2nd FURRDAY WISHES

Penyayang Singa Mati
Dina Begum



Aku senang kucing dan anjing. Mereka enak untuk dipeluk-peluk dan asik diajak bermain. Lima tahun silam kami pernah mengadopsi anak kucing. Bukan kucing eksotis yang harganya selangit, melainkan kucing biasa. Akan tetapi, ternyata repot kalau mau pergi-pergi. Seperti kucing-kucing kecil lainnya, mereka gak bisa diam. Kalau ngerusuhin rumah sih enggak apa-apa, ini masuk-masuk ke rumah tetangga dan menyatroni meja makan orang. Setelah setengah tahun memelihara, akhirnya kucing-kucing manis ini terpaksa kuberikan untuk diadopsi orang lain yang lebih bisa merawat mereka. Hiks.

Beberapa tahun yang lalu tetanggaku memelihara anjing kecil yang unyu. Sayangnya keluarga muda itu kurang telaten mengurus hewan peliharaan. Si Molly, anjing itu, sering tidak diajak kalau majikannya pergi, bahkan sampai menginap segala. Dia ditinggal di rumah sendirian dengan dibekali setumpuk makanan anjing dan air seember. Kalau malam Molly suka melolong-lolong,  entah karena kedinginan atau kesepian. Aku sering melongok dari balik pagar untuk sekadar menyapanya dan mengelus-elus kepalanya dari celah pagar. Sesekali Molly berhasil kabur menerobos pagar, aku pernah menangkap dan ‘mengasuhnya’ sampai tetanggaku itu pulang. Saat keluarga itu pindah, Molly tentu saja dibawa.

Tidak seperti Sary yang memelihara anjing, kucing, kelinci, hamster, iguana, guinea pig, bahkan ayam dan bebek, sayangnya aku tidak pandai mengurus binatang. Sekarang aku tidak punya binatang peliharaan, dan harus cukup puas dengan ‘memelihara’ boneka-boneka binatang saja (Snupi dan Barnabi para anjing, Said si unta, Mr Wombat si wombat, Perdo si keledai, Rimba si singa, dan Mrs. K si Kanguru dan bayinya)…… dan sesekali menerima kunjungan dari kucing tetangga yang kupanggil Katul.

Dibandingkan dengan memelihara hewan hidup, ternyata aku lebih mahir merawat singa mati. Singa mati atau dead lion adalah pelesetan dari kata deadline atau tenggat yang sudah akrab di kalangan para penerjemah anggota milis Bahtera (Bahasa Terjemahan dan Sastra). Sebagai penerjemah, aku sering harus mengejar tenggat yang telah ditentukan klien untuk merampungkan terjemahan. Semakin banyak singa mati artinya semakin banyak order. Jadi, boleh dibilang aku ini penyayang singa mati 

Sary sedang merayakan ulang tahun blognya yang kedua, tempat ia berbagi cerita seputar keluarganya yang pecinta binatang. Selamat ulang tahun, Maru Bunny Town. Semoga traffic-nya semakin meningkat. 

*******

Pak Dhe Lix Galaxi



Meeeoong…we are wishing you for a Happy 2nd furrday Maru Bunny Town. Kalimat itu yang tampaknya ingin disampaikan oleh the Cats penghuni Galaxi N514.

Lho memangnya ada acara apa di rumah Pakde ? Bukan di rumah saya tetapi di rumah jeng Sary. Wanita cantik ini sedang mengadakan perhelatan berkenaan dengan milad ke-2 blognya yang berkisah tentang binatang.

Bersama mas Adi~suaminya serta anak-anaknya ~Asyiah, Ashira, dan Moses,  jeng Sary bak pemilik kebun binatang mini. Jika sahabat bertandang kerumahnya kemungkinan akan disambut aneka suara yang berasal dari anjing, kucing, kelinci, hamster, iguana, guinea pig, bahkan ayam dan bebek. ” Setiap hewan peliharaan kami mempunyai kisahnya masing-masing. Ada yang datang dan kami sambut dengan penuh cinta, ada yang pergi dan kami melepasnya dengan air mata “, tutur wanita penggemar  minuman sari kedelai, nutrisari dan mengaku beberapa kali menghabiskan weekend bersama keluarganya di Hotel Sari Pan Pacific itu.

Nah guna mengabadikan kisah cinta mereka kepada makhluk Tuhan yang non manusia itu jeng Sary membuat sebuah blog yang diberi nama Maru Bunny Town. ” Nama blog itu adalah nama pemberian anak kami, Asyah dan Ashira. Maru adalah nama seekor kelinci anggora loop berbulu putih seperti salju. Bunny Town diambil dari sebuah kisah tentang kota yang penduduknya kelinci “ , kata jeng Sary kepada Zlalatan ~ reporter BlogCamp Group yang asli penduduk Mulyosari Surabaya.

Berkenaan dengan milad blog berniche binatang inilah jeng Sary menyelenggarakan sebuah giveaway. Bentuknya seperti apa? ” Membuat postingan di blog masing-masing berupa tulisan/gambar/foto yang isinya mengucapkan selamat ulangtahun yang kedua untuk Maru Bunny Town “, jelas jeng Sary sambil memperkenalkan para tamunya antara lain Leila Sari,  Indah Permata Sari, Uut Permata Sari, Devi Permata Sari , Dian Permata Sari, Femmy Permata Sari, dan Sari Yok Koeswoyo.

Yuk ikut meramaikan giveaway blog jeng Sary. Artikel ini sebagai pembangkit selera bagi sahabat untuk mengikuti acara tersebut.

Meeeooong… Guk…guk..guk.. 
Happy 2nd furrday Maru Bunny Town!

*******

Shabrina WS




Dear Maru Bunny Town

Aku pernah mendengar bermacam cerita tentang binatang. Kucing-kucing yang memenangkan kontes kecantikan. Anjing-anjing yang tak pernah absen ke salon, juga beberapa kelinci dan burung dengan harga tinggi.

Tapi, aku lebih banyak mendengar binatang-binatang yang kedinginan, kelaparan, dan merindukan kasih sayang. Aku pernah bertemu kucing bermata satu yang mengintip ke rumah-rumah yang hangat. Aku pernah mendengar kisah anjing penuh luka yang selalu diusir dan disalahkan karena dianggap menyebarkan penyakit. Aku juga pernah mendengar kisah kuda-kuda yang selalu menarik beban di sepanjang hidupnya. Yang menyedihkan, aku pernah mendengar tentang burung yang tak pernah punya kesempatan mengepakkan sayap selama hidupnya.

Aku sendiri, adalah  seekor anak orangutan, yang harus menyaksikan dengan mata kepalaku bagaimana manusia-manusia itu menyeret ibu dan membakar kawan-kawanku. Mengusir kami dari rumah nyaman  yang bernama hutan.


Semua hal yang menyakitkan itu membuat aku tak akan pernah percaya lagi pada semua yang bernama manusia. Namun tadi…langkah membawaku pada sebuah rumah yang indah. Aku melihat anjing, kucing, kelinci, hamster, iguana, guinea pig, juga ayam dan bebek. Mereka bercerita padaku, di sana, di sebuah istana kecil yang bernama Maru Bunny Town, kasih sayang dan kehangatan bukan lagi sebuah mimpi bagi binatang. Mereka merasa mempunyai rumah yang nyaman, tempat segala cerita dibingkai dalam kenangan.

Mereka menyebut kata Ady dan Sari. Pemilik istana Maru BunnyTown. Sebuah keluarga yang memberikan ruang bagi binatang-binatang yang merindukan kehangatan dan  kasih sayang.  Hari ini satu keyakinanku terpatahkan, aku tahu, di hatiku masih ada tempat untuk manusia.

Aku terharu, Maru Bunny Town telah berusia dua tahun. Sayang, ibuku tak sempat mengajariku membuat kado yang indah, jadi aku hanya bisa mengirim ucapan dan doa yang kutulis dengan ranting-ranting kecil di atas daun yang menguning.

Meeeooong... Guk...guk..guk.. 
Happy 2nd furrday Maru Bunny Town!
Semoga Tuhan selalu memberikan balasan yang berlipat atas kebaikan yang telah kalian lakukan.

Salam hangat dariku
PING
(orangutan yang merindukan rumah yang nyaman)


*******


Sumiyati Sapriasih




Pertama aku ucapkan sukses atas Giveaway  mbak Sary : Meeeooong ... happy 2nd furrday Maru Bunny Town 

Mendengar kata kucing identik dengan toxoplasma, padahal anggapan itu tidak sepenuhnya benar, selain toxoplasma dapat ditemui pada kotoran kucing bisa juga bila kita memakan daging sapi yang kurang matang seperti steak atau barbeque dan mengkonsumsi sayuran yang tidak dicuci terlebih dahulu.

Untuk menghindari toxoplasma ada beberapa tips :

1. Sediakan tempat khusus untuk buang air besar pada kucing sehingga tidak buang kotoran pada sembarang tempat, kotoran sebaiknya disiram dengan air panas sebelum 48 jam, supaya jika terdapat telur toxo tidak sempat bersporulasi menjadi stadium infektif yang mampu menginfeksi manusia.
2. Beri makanan yang matang pada kucing seperti cat food yang tersedia di pet shop atau swalayan.
3. Mandikan secara rutin, paling tidak seminggu sekali, bisa gunakan sabun khusus untuk kucingatau bisa juga sabun antiseptik lunak.
4. Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter hewan untuk memastikan kondisi kesehatan kucing.
5. Jika kita memakan daging, pastikan dagiing tersebut harus matang dengan sempurna dan cucilah sayuran dengan bersih sebelum dimasak.

Memelihara kucing memang butuh biaya untuk merawatnya agar tetap sehat. Disini aku akan bercerita tentang sahabatku Maria Widiastuti yang tinggal di Bogor, dia bekerja sebagai sekertaris di salah satu perusahaan. Dia paling suka kucing, dipelihara, dirawat dengan baik dan diberi makan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore. Setiap seminggu sekali dimandikan agar tetap sehat dan bersih, selain memandikan juga harus memotong kukunya. Jangan lupa untuk menvaksin kucing agar terhindar dari penyakit. Sayangilah binatang maka mereka akan bersahabat dengan kita. 

"Selamat Ulang Tahun yang kedua untuk Maru Bunny Town dan sukses selalu buat Maru Bunny Family"


*******


RZ Hakim



Iya benar sekali. Menulis cerita dan artikel untuk blog bertema khusus itu tidak mudah. Namun begitu, tidak mudah bukan berarti tidak bisa sama sekali. Blog Maru Bunny Town membuktikannya. 

Adalah Asyah dan Ashira, buah dari pasangan Mbak Sary Melati dan Mas Adi, yang memberi nama blog tersebut. Nama Bunny Town diambil dari sebuah kisah tentang kota yang penduduknya kelinci. Sedangkan Maru, itu adalah nama seekor kelinci anggora loop yang warna bulunya putih seperti salju. 

Ah, membicarakan keluarga Mbak Sary memang menyenangkan. Meskipun saya terbilang baru kemarin nginceng blog Maru Bunny Town, tapi saya berani berkata bahwa mereka adalah keluarga yang teduh. Mbak Sary suka menulis, Mas Adi pencinta hewan. Bukankah mereka pasangan yang keren? 

Bicara tentang dunia hewan, sejujurnya saya tidak memiliki hubungan yang sangat romantis dengan mereka. Tapi ketika saya mendapati wajah Akiko di blog Maru Bunny Town, ingatan saya diantarkan pada suatu pagi di hari minggu ketika saya masih berumur belasan tahun. 

Saat itu saya sedang menikmati udara pagi dengan berjalan kaki. Tiba di depan rumah salah seorang tetangga, terdengar bunyi ringkik kecil. Tentu saja saya terkejut. Tadinya saya mengira itu suara bayi kuda. Usut punya usut, ternyata suara itu berasal dari dalam gorong-gorong. Ada anjing putih yang sedang sekarat. Reaksi pertama yang saya lakukan adalah memberi tahu para tetangga yang ada. Hmmm, mengecewakan. Tak ada satupun dari mereka yang berinisiatif menolong si anjing. Mereka malah balik menodong saya untuk segera mengambilnya.

Eng ing eeeng.. Bagaimana ini? Saya kan takut anjing?

Syukurlah, satu jam kemudian masalah teratasi. Dengan dibantu Cak Kur (tetangga saya yang kerjanya mengayuh becak), saya memberanikan diri untuk melakukan evakuasi.

Anjing yang gagah. Berjenis kelamin jantan. Ada kalung melingkar di lehernya tapi tidak tertulis apa-apa di sana. Seluruh tubuhnya terbalut oleh bulu berwarna putih. Sayang, sepertinya saya terlambat menolongnya. Si putih sudah terbujur kaku.

Orang-orang mulai kasak kusuk. Menghubung-hubungkan antara si putih dengan seorang pencuri yang semalam tertangkap. Mereka mengira si putih adalah anjing bawaan sang pencuri. Entah apa lagi yang mereka bicarakan, saya tidak tahu. Saat itu saya sudah mulai sibuk membuat sebuah lubang di areal sawah belakang rumah untuk mengubur si anjing malang.

Pengalaman kedua menguburkan anjing adalah pada setahun yang lalu. Saya pernah menceritakannya di sebuah artikel berjudul Cerita Cinta Untuk Nan. 

Waaah, Akiko anjing yang hebat. Dia bisa mengingatkan saya akan serpih-serpih kenangan manis bersama si guk-guk. Sampaikan salam saya buat Akiko ya Mbak. Salamnya salam metal, hehe.. 

Meeeooong... Guk...guk..guk..
Happy 2nd furrday Maru Bunny Town!


*******


Mimi Radial




Critanya yang punya Blog Bunga kecil, ngadain GA buat blog piaraannya, apalagi klo bukan MARU BUNNY TOWN ntuh. Nah...karena GA ini ga pake review review an, ga pake bikin tulisan panjang, ga pake ilmu2 an, Mimi pasti ikutan dong, ya kan maaaaaak Sary ??? heeeu Ini hasil karyaku , spesial buat Maru Bunny Town mu.....semoga berkenan ya sayaaaaang (ngerayu) hahahahahahah #justkid

Meeeooong... Guk...guk..guk.. Happy 2nd furrday Maru Bunny Town! 




*******

Nostalgia Caca, Love to Love Maru Bunny Town
Ummu Aljava



Namanya Caca. Kucing yang kupelihara di kostan, saat aku masih duduk di bangku kuliah. Pertama kali kulihat Caca saat dia hendak mencoba menyeberang jalan. Waktu itu aku berada di atas becak, pulang kuliah. Entah kenapa, hatiku langsung terpikat begitu melihatnya. Ya. Aku terpikat pada langkah kecilnya yang tegar berlari, meski pun saat itu dia hanya sendiri.

Aku lalu meminta bapak penarik becak untuk menghentikan kayuhannya. Sekejap kemudian, anak kucing itu sudah berada dalam dekapanku. Di dalam becak, kuamati anak kucing yang kini tak henti mengeong di pangkuanku. Ah, sepertinya anak kucing ini perlu sedikit perawatan, pikirku. Bulunya sangat pendek dan jarang. Bahkan terdapat kudis di beberapa bagian tubuh dan hidung anak kucing itu. 

Setibanya di kostan, anak kucing itu kumandikan dan kusabuni. Beberapa teman kostan yang penyayang binatang juga ikut membantu. Anak kucing itu lalu kuberi nama Caca. Awalnya beberapa teman kostan sempat protes. Masak kucing kudisan namanya Caca. Apalagi ketika tahu bahwa Caca di situ berarti cantik- cakep. Tapi aku tak peduli. Anak kucing itu tetap kuberi nama Caca, meski pun kadang dipelesetkan menjadi Caca Marica oleh teman-temanku :) 

Setelah tubuh Caca dikeringkan, aku lalu mengoleskan minyak herba di bagian tubuhnya yang berkudis. Syukurlah, tiga hari kemudian kudis-kudis itu mulai mengelupas, dan hari-hari kemudian hilang sama sekali. Perlahan-lahan bulu-bulu ditubuh Caca mulai tumbuh semakin lebat. Luar biasa! Caca bahkan membuat teman-temanku takjub melihatnya. 

"Iiiihh, Caca imut bangeeeeeett...!!" Begitu komentar mereka.

Komentar teman-teman memang beralasan. Ternyata memang sangat menyenangkan. Suaranya lembut dan merdu, ibarat anak manusia, amat sopan tutur katanya. Makan pun tak pernah tergesa-gesa, kendati ikan utuh menjadi lauknya. Caca bahkan buang air di WC! Teman-temanku sampai tercengang dibuatnya. 

Sebenarnya, Caca bukan tak pernah buang air di sprei atau di lantai. Sering malah. Tak jarang malam-malam aku harus mencuci sprei karena Caca buang air. Tapi aku tak bosan mengajari dan mengingatkannya bagaimana caranya buang air. Terharu rasanya ketika mendapati bahwa Caca memahami semua yang aku ajarkan. Jadi aku tidak pernah merasa heran, jika kemudian Caca terbiasa buang air di WC dan aku tinggal menyiram. Sebab semua itu sudah melalui proses belajar yang kami lalui bersama-sama. 

Mimpi indah indah ya, Caca sayang... 
Saat libur semester, aku mengajak Caca pulang kampung. Syukurlah Caca tidak merepotkanku di perjalanan. Dia hanya tidur dan terbangun sesekali untuk meminta camilan. Karena jadual kuliah yang semakin padat, aku pun memutuskan untuk meninggalkan Caca di kampung halaman. Sedih sebenarnya, tapi karena Caca sudah dekat dengan ibuku dan ibuku juga sudah menyayanginya sebagaimana anaknya sendiri, aku pun tak ragu meninggalkan Caca. 

Caca pun beranjak remaja. Tubuhnya besar dan sehat. Kata ibuku, Caca itu seperti kamu. Pendiam, tapi perhatian. Kalau ibuku sakit, Caca tak jemu menunggui. Kadang sampai lupa makan sangking tak mau beranjak dari sisi ibuku. Ah, Caca, terimakasih sudah menggantikan aku menjaga ibuku. Kuliahku yang padat memang tidak memungkinkanku untuk pulang setiap waktu.

Saat aku menikah, Caca turut membantu dengan menunggui hidangan pernikahanku agar tidak dimakan kucing lainnya. Banyak sekali foto-foto Caca yang kuambil kala itu. Sayang, virus membuat deretan dokumentasi di komputerku saat itu hilang tanpa bisa diselamatkan. Bersyukur masih ada dua foto Caca waktu masih kecil yang sempat kusimpan di dalam email. 

Setengah tahun pernikahanku, aku mendapat kabar dari ibuku bahwa Caca sudah dua hari tidak pulang ke rumah. Hal yang tidak biasa dilakukan Caca sebelumnya. Belakangan, baru diketahui bahwa Caca sudah tiada. Sepertinya Caca tertabrak. Seorang tetangga menemukan Caca di selokan tak jauh dari rumah. Ibuku menangis histeris bagai seorang ibu kehilangan anak. Aku hanya bisa menahan kesedihan sambil menggenggam erat gagang telepon. Kenangan tentang Caca terus diulang-ulang ibuku saat sebulan kemudian aku dan suamiku pulang ke kampung halaman.

Yah, Caca memang sudah tiada. Tapi kenangan tentangnya akan selalu ada. Caca, seekor anak kucing beruntung dari sekian banyak kucing jalanan yang tak terpelihara. Caca hanya seekor kucing. Tak bisa bicara, tak bisa mengungkapkan isi hatinya. Tapi tatapan matanya menunjukkan bahwa dia merasa disayangi dan diterima. Andai Caca masih hidup, Caca pasti sangat senang mengetahui ada sebuah tempat yang juga menyayangi berbagai hewan sebagaimana aku dan ibuku menyayangi dirinya.

Nama tempat itu adalah Maru Bunny Town. Sebuah tempat di mana berbagai hewan bisa mendapatkan kasih sayang dari pemiliknya, Ady dan Sari. Kini Maru Bunny Town sudah berusia dua tahun. Sudah banyak kasih sayang yang mereka tebarkan untuk hewan-hewan seperti Caca. Ah, andai Caca masih hidup, Caca tentu akan berterimakasih dan memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Maru Bunny Town.

Oleh karena itu, untuk mengenang Caca semasa hidupnya, saya mewakili Caca mengucapkan selamat ulang tahun kepada Maru Bunny Town.

Meeeooong... Guk...guk..guk.. 
Happy 2nd furrday Maru Bunny Town!
Senantiasa lah menebar cinta dan kasih sayang untuk semua hewan :)



*******


Happy 2nd furrday Maru Bunny Town
Enny Ernawati

Salut buat mbak Sary Melati & keluarga yang sangat peduli pada hewan sampai membuat blog Maru Bunny Town. Apalagi sekarang Maru Bunny Town sudah 2 tahun Selamat yaa.. :)

Aku dulu punya hewan peliharaan seekor marmut yang imut namanya si Imut. Sejak bayi Imut sudah kupelihara. Waktu itu aku masih di rumah ibuku di Kediri.
Zidan yang saat itu masih berusia 3 tahun senang sekali punya marmut yang lucu. Dia selalu ikut memberi makan kangkung segar yang kubeli setiap pagi di tukang sayur langganan. Duuh makannya 'ganas' banget dah si Imut..hahaha.. Maka tak heran si Imut cepet gedenya.

Hingga suatu saat aku & keluarga kecilku harus pindah ke Tulungagung si Imut tak bisa kubawa serta. Karena situasi yang tidak memungkinkan. Rumah baruku masih belum tertata dan belum ada tempat untuk si Imut tinggal. Jadi sementara Imut kutitipkan Ibu di rumah Kediri. 
Biasanya sebulan sekali aku pulang ke rumah ibu sekalian bisa nengokin si Imut yang makin gembrot aja hehe..

Tapi karena kesibukan di Tulungagung aku tak bisa ke Kediri hingga beberapa bulan. Sekitar 3 bulan aku baru bisa ke Kediri dan ku dapati kandang Imut sudah kosong. Ternyata saat aku tak bisa pulang Imut mati. Aku tak tahu sebab yang pasti. Kaget & sedih rasanya. Sangat sedih. Duh nulis ini jadi pengen nangis inget si Imut. 

Setelah kejadian 3 tahun yang lalu itu aku belum berani memelihara hewan apapun. Takut gak bisa merawat dengan baik dan mati. 

Tapi Zidan seperti menyakinkan aku. Suatu hari sepulang sekolah ia membeli sebuah ikan cupang dalam botol. Zidan rajin membersihkan botol & mengganti airnya. Setiap pagi & sore Zidan tak lupa memberi makan untuk ikan cupangnya.Keinginanku untuk memelihara hewan timbul kembali. Mungkin aku akan memelihara kucing habis lebaran nanti. Seorang teman menawarkan anak kucing yang lucu. Kucingnya baru melahirkan beberapa hari yang lalu. Dan papito sudah berencana memelihara burung perkutut di rumah. Hhmm..gak kebayang bagaimana ramainya rumahku nanti..hehe..

Meeeooong... Guk...guk..guk.. 

Happy 2nd furrday Maru Bunny Town!


*******


Happy Birthday MARU BUNNY TOWN
Gia




Malaaaaaammm...

Bagaimana kabarnya? masih semangat..? hihihi
Aku balik lagi nih! Baru ajah pulang dari syuting sinetron striping *boongg deh wooo lempar duit!*

Waah ada GiveAway MARU BUNNY TOWN nih.. asssiiikkkk =D
GiveAway yang pemiliknya adalah pencinta hewan lucu-lucu *kaya aku* adalah untuk merayakan 2 Tahun Usia Blog Maru Bunny Town yang sudah wara wiri di dunia maya. Wah! luar biasa yaa..  Blog yang lain dari pada lain ini, mengusung tema blog tentang hewan peliharaan loh. 

Banyak cerita dan artikel-artikel yang semuanya tentang hewan peliharaan. Waaahh itu bener loh, gak mudah untuk terus eksis dan update untuk blog bertema khusus ini, seperti Blog Maru Bunny Town. Jadi, Nyok kita doakan semoga terus mendapatkan ide-ide brilian dan inspirasi yang cemerlang supaya bisa eksis dan update teruuuusssss. SEMANGAT MENULIS ya mbak Sary. Semangat menularkan kasih, cinta, dan peduli kepada hewan-hewan peliharaan.

Wah sudah 2 tahun, HAPPY BIRTHDAY ^_^ HAPPY BIRTHDAY, HAPPY BIRTHDAY, TO YOU.. 

Keluarga kecil yang sangat sangat pencinta hewan ini, ternyata lengkap banget hewan peliharaannya loh, diantaranya ada Anjing, Kucing, Kelinci, Hamster, Iguana, Guinea Pig, Ayam dan Bebek. Woww.. Aku jadi gak kebayang, pasti halaman belakang rumahnya luas banget deh.. hehehe. Aku juga gak kebayang betapa harmonisnya keluarga nya Mbak Sary dan Mas Adi beserta anak-anaknya yang sangat mencintai hewan-hewan peliharaan mereka. Sebuah keluarga kecil yang memberikan ruang hatinya untuk hewan-hewan yang membutuhkan kehangatan dan cinta kasih. 

Saat aku membuka Blog Maru Bunny Town, betapa terheran-herannya aku, karena langsung disambut hewan-hewan yang unyuu-unyuu (seperti aku).. Waah ada si Maru yang posisinya ditengah-tengah loh..

Setelah berkunjung di Blog Maru Bunny Town, berkenalan dengan mereka, dan membaca kisah-kisah mereka, aku sangat terharu membacanya. Maru Bunny Town  adalah sebuah keluarga ANIMAL LOVER. Dulu, Mbak Sary dan Mas Adi, memang online pet shop, tetapi karena suatu alasan yang sungguh bijaksana, yaitu karena alasan rasa sayangnya kepada hewan-hewan, maka mereka memutuskan untuk berhenti menjual hewan-hewan. Mereka tidak ingin hewan-hewan peliharaan itu jatuh ke tangan manusia yang tidak tepat dan berakhir menderita. Tidak itu saja, bahkan demi rasa sayangnya terhadap hewan-hewan, telah memanggil nurani Keluarga Maru Bunny Town, untuk berkontribusi dalam penyelamatan hewan melalu proyek menulis #savetheanimal yang sudah terwujud dalam buku ^My Amazing Pet^. Dan seluruh hasil penjualan dan royalti dari buku ini nantinya akan disumbangkan untuk penyelamatan hewan.

Ada satu postingan dengan judul BAYI-BAYI KUCING YANG LAHIR DENGAN PERJUANGAN | PREDIKSI KELAHIRAN YANG (UNTUNGLAH) TEPAT WAKTU. Dipostingan itu, Mbak Sary menceritakan perjuangan Si kucing betina bernama Melon. Melon melahirkan Oktober 2011 lalu, dengan 6 bayi kucing yang lucu-lucu banget.. hihihi perjuangan seekeor Ibu Kucing yang luar biasa terdeskripsi dengan lengkap, bahkan ada video dan foto-fotonya juga loh. Hebat untuk mbak Sary dan Mas Adi yang dengan cinta kasih membatu Melon melahirkan dengan penuh perjuangan. \^0^/ Sungguh Luar Biasa =)
****

By The Way, aku juga punya Kucing Peliharaan loh.
Aku jadi teringat si Charlie =(
2 tahun sudah, kucing ganteng ini hanya tinggal kenangan. Charlie meninggal karena suatu penyakit luka di daerah kepalanya, luka itu terinfeksi parah dan tak kunjung sembuh. hikshikshiks. Padahal saat itu Charlie juga sudah dibawa ke Dokter Hewan, terus sudah diberi obat dengan rutin. 3 tahun sudah, Cahrlie bersama aku dan keluarga. Kami merawatnya sejak Charlie lahir.

Dia kucing kampung yang bergaya kota-an, hehehe. Betapa bersihnya dia. Sanking bersihnya Charlie, dia hanya ingin pup di kamar mandi ggrrrrr -__-. Dan kalau bobo, maunya pake selimut masa.. -___-

Dia kucing yang sungguh penurut dan pengertian banget. Disuruh ini mau, disuruh itu mau.
Sayang banget umur Charlie singkat banget..

Buat Mbak Sary, terus berkaya di blogmu ya mbak.. Blog yang unik dengan mengusung tema hewan-hewan peliharaan, T.O.P be-ge-te, mbak =). Tetep semangat menulis!! Tularkan terus cinta dan kasih sayang kepada Mahluk Ciptaan Tuhan lainnya, yaitu hewan-hewan yang lucu-lucu itu.

Postingan ini diikutsertakan dalam GiveAway 2 Tahun Blog Maru Bunny Town. Meeeooong... Guk...guk..guk.. Happy 2nd furrday Maru Bunny Town!


*******


Happy B'Day dari Teman Maru
Imam

Mbak Sary, ini nih karya saya buat ngramein kontes yang diadakan sama mbak. Meskipun agak njlimet dan mungkin bisa dikatakan aneh, tapi ini sudah berusaha kok, hehe

Ada sedikit cerita hewan , semoga bisa ngerti deh dengan maksud gambar gambar di bawah ini 
(^_^)

CERITA TENTANG SI MARU
YANG JUGA PENGEN BANTU BANTU JURAGANNYA



TEMAN MARU DARI JEMBER



TEMAN MARU DARI INGGRIS



TEMAN MARU DARI JEPANG



TEMAN MARU YANG UDAH NGETOP



DAN TEMAN TEMAN MARU DI ATAS
MENGIRIMKAN SEPOTONG KUE ULANG TAHUN
UNTUK KELUARGA YANG TINGGAL
DENGAN MARU



DAN DI BAGIAN DUNIA YANG LAIN
SELAGI KUE DIPOTONG PRESIDEN ANJING
YANG BERNAMA PRESIDEN CARLOZ MEMIMPIN DOA BERSAMA
DALAM RANGKA ULANG TAHUN MARU BUNNY TOWN YANG KEDUA



-the end-

Meeeooong... Guk...guk..guk.. 
Happy 2nd furrday Maru Bunny Town!


*******


Hope for a Love of Animals
Norma Rahmawati

Seperti cinta, tulisan pun bisa datang kapan saja, diawali dengan apa saja, dan kali ini aku ingin mengawali tulisan dengan gambar ini. Gambar kambing. Bukan karena hewan ini adalah yang paling  spesial dihatiku, tapi lebih karena hewan ini adalah satu-satunya hewan peliharaan yang ada di rumahku saat ini. Bapakku yang memeliharanya, oh tidak,  sampai sekarang aku masih bingung membedakan apakah kegiatan Bapakku ini disebut memelihara atau beternak. Yang jelas sejak setahun lebih kambing-kambing itu mengisi kandang di halaman belakang rumahku, belum satu pun yang terjual, baik hewannya maupun susunya. Sekedar informasi, kambing ini jenis kambing Ettawa yang terkenal mahal dan memiliki khasiat untuk pengobatan pada susunya.

Sejak kecil aku mengenal Bapak sebagai sosok yang hangat, penuh perhatian, dan penyayang hewan maupun tumbuhan. Tapi aku berbeda, aku memang menyukai tumbuhan, bunga-bunga, keindahan alam, namun aku tak berani mengaku sebagai penyayang hewan, bukan karena aku tak ingin hewan hidup dengan damainya tapi lebih karena nuraniku yang terlalu mencari banyak alasan, takut digigit, takut diserang, malas bersihin kotoran, dan bla bla bla yang bagiku menyebalkan. Jadi motoku "Jangan ganggu hewan itu, maka hewan itu juga tidak mengganggumu" atau "Jauh-jauhlah dari hewan itu agar tidak mendapat masalah".

Aku tipe manusia yang hanya suka memandang hewan dari jarak jauh atau maksimal aku akan mengabadikan suatu hal mengagumkan di depanku itu dengan teknik fotografi amatir yang kumiliki. Aku tak ingin bersentuhan dengan hewan, apalagi memeliharanya. Jika kelak kambing-kambing ini diwariskan kepadaku, hal yang terpikirkan olehku adalah menjualnya, atau menyuruh orang menyembelihnya sebagai hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha. Syukurlah, kambing termasuk hewan ternak dan tidak termasuk dalam kategori hewan langka atau dilindungi. Meskipun begitu, jujur ada gurat kesedihan saat Bapak mengorbankan dua ekor kambingnya untuk aqiqah adikku beberapa bulan yang lalu.

Aku terlihat sadis ya? Ah kalian jangan terlalu memandangku sinis. Meskipun aku benci berdekatan dengan hewan, namun aku juga memiliki nurani dan ikut menangis dalam hati saat para manusia sejenisku melukai hewan dengan alasan materi atau keperluan pribadi. Aku akan berteriak dalam hati, kalau perlu berteriak ke seluruh penjuru.

Ngomong-ngomong soal luka-melukai, aku sedih karena tak bisa berbuat apa-apa saat melihat begitu banyak ketidakberesan di negeri ini melukai hewan-hewan tak bersalah, mulai dengan cara merusak tempat hidupnya, menjadikannya bahan lelucon diatas panggung, menjadikannya boneka pribadi yang bisa dibawa kemana-mana dan diperlakukan sesuka hati, serta yang paling mengusik kenyamananku adalah ketika manusia-manusia haus materi itu memburu satwa dilindungi dan menganggapnya sebagai hama. Ini keterlaluan.

Dari berbagai hal yang aku amati dan berbagai suara yang aku dengar, serta berbagai fakta yang aku lihat, aku mulai membenci dengan yang namanya perdagangan satwa, kebun binatang, taman safari, dan hal-hal semacamnya. Aku sedih melihat hewan-hewan atau lebih pantas disebut aneka satwa itu mengalami nasib mengenaskan. Terkungkung dalam ketidak adilan.

Sebenarnya aku membuat postingan ini selain untuk berbagi, mengemukakan unek-unek, juga untuk mengucapkan selamat ulangtahun yang kedua untuk Maru Bunny Town. Ah, dari tadi aku berkoar tentang hewan, tentang ketidak beresan yang melukai hewan, tapi kini aku malah mengucapkan selamat pada emmmm.... Maru Bunny Town. Sebenarnya siapa sih Maru Bunny Town?. Awalnya aku mengiranya sebagai tempat jual-beli hewan. Jujur saja aku sama sekali tidak tertarik tempat seperti itu karena memang tidak ada niatan membeli maupun memelihara hewan. Toko hewan masa depanku mungkin hanyalah pasar ikan, atau tempat jagal sapi (penjual daging red). Seberapapun besar cinta kita terhadap hewan, kita tetap akan memakan ikan dan daging sebagai asupan protein bukan?

Hewan peliharaan penghangat suasana Maru Buny Town  (http://www.marubunnytown.com)
Setelah berkunjung di istana Maru Bunny Town, berkenalan dengan mereka, dan membaca kisah mereka, aku sedikit terharu. Ya harus kuakui, aku banyak terharu. Maru Bunny Town adalah sebuah keluarga animal lover. Well, dulu mereka memang online pet shop tetapi karena suatu alasan yang lebih bijaksana, karena alasan rasa sayangnya kepada hewan, mereka memutuskan untuk berhenti menjual hewan. Mereka tak ingin hewan-hewan peliharaan itu jatuh ke tangan manusia yang tidak tepat dan berakhir menderita. Tidak itu saja, bahkan demi rasa sayangnya terhadap hewan memanggil nurani mereka untuk berkontribusi dalam penyelamatan hewan melalui  proyek menulis #savetheanimal yang sudah terwujud dalam buku berjudul "My Amazing Pet". Seluruh hasil penjualan dan royalti dari buku ini nantinya akan disumbangkan untuk penyelamatan hewan.

Aku jadi ingat kata-kata seseorang yang belum saatnya kubicarakan disini. Seseorang yang memiliki posisi penting dalam dunia perdagangan satwa maupun perlindungan satwa. Intinya dari pengalaman beliau, sebuah penangkaran hewan akan berhasil jika si pemilik penangkaran tersebut memang benar-benar menyayangi hewan. Banyak bisnis perdagangan hewan, penangkaran, atau sekedar memelihara hewan berakhir pada kebangkrutan, banyak hewannya yang mati, tidak terurus, dan segala peristiwa buruk lain pada umumnya disebabkan si empunya atau si pemelihara tidak benar-benar menyayangi hewan. Ya dari obrolan singkat itu aku kemudian mempunyai pemikiran bahwa seharusnya ada seleksi yang ketat untuk memilih semua pihak, bahkan petugas kebersihan sekalipun di suatu penangkaran hewan seperti kebun binatang, taman safari, dll agar berita-berita menyedihkan mengenai kematian hewan secara mengenaskan hanya tinggal sebagai pembelajaran. Oke, ini hanya pemikiran dan anganku saja.

Well, kembali ke tujuan utama. Selamat ulang tahun ya Maru Bunny Town. Semoga rasa sayang itu tak pernah berkurang dan bahkan terus bertambah. Semoga "rasa sayang kepada hewan" yang dimiliki keluarga Maru Bunny Town menular ke seluruh penjuru dunia terutama di negara Indonesia tercinta ini, baik rasa sayang untuk hewan liar, hewan peliharaan, hewan ternak, maupun hewan yang dilindungi. Aku, hmmm tidak mungkin aku tidak menyayangi hewan setelah sejak tadi berkoar agar seluruh penghuni bumi menyayangi hewan, atau lebih tepatnya saling menyayangi. Jadi aku mungkin tidak bisa berubah menjadi penyuka hewan, namun aku akan menyayangi hewan dengan cara yang lain. Tidak mengusik kehidupan hewan dan melindungi tempat hidupnya merupakan satu bentuk sayang terhadap hewan bukan? Ya, sebut sajalah ini adalah satu bentuk cinta sejati. Cinta yang tak harus memiliki. Okeee,  ini yang terakhir, aku sayang kalian. Nitip salam buat semua penghuni Maru Bunny Town ya, salam kenal dan salam lestari dariku ^^.





*******



Miss Rochma


Kalau berbicara tentang binatang, entah kenapa saya tidak terlalu ngeh. Ups, saya jujur aja yah. Sejak kecil memang sepertinya saya membatasi diri ‘bergaul’ dengan binatang. Padahal, usaha orang tua saya untuk mendekatkan saya dengan hewan, nggak kurang-kurang lho. Om saya pernah membawa pulang seekor kucing yang lucu sekali *menurut pandangan awal saya*. Bulunya putih bersih dengan ekor yang mengembang berwarna kuning. Menyeringai lucu sekali. Mempesona kan? Akhirnya kami memelihara dia. Awalnya seh, baik-baik saja sampai bulan kedua. Eh, ulah dia mulai kurang ajar seperti sering pup di kasur, mengambil makanan di meja makan, mencakar-cakar. Sekeluarga mengambil keputusan untuk dikembalikan ke alam saja alias dibuang *maaf ya, Manis*.

Lalu, bapak pernah membuat sebuah kolam kecil di samping rumah. Isinya, lele dumbo!!! Nggak tanggung-tanggung lho, bapak langsung ngisi 5 lele dan berhasil dipelihara sampai besar sekali. Saking besarnya dan nggak ngerti mau dikasih makan apa lagi *lele ternyata makannya banyak sekali, makanya gampang besar*, akhirnya direlakan untuk digoreng. Awalnya saya pikir yang ada di piring adalah daging ayam fillet. Tapi waktu saya makan, dagingnya lembut sekali. Ternyata, ibu bercerita kalau lelenya terpaksa digoreng karena kolamnya sudah nggak cukup ruang buat bergeraknya 5 lele tadi. Selain lele, dikolam tadi dipelihara kura-kura. Sukses juga terpelihara sampai besar sekali. Tapi karena pup-nya besar-besar dan menyebar di dalam kolam sehingga membuat kolamnya tidak jernih lagi, akhirnya itu kura-kura di berikan ke temannya bapak dengan suka rela alias gratis.

Kembali ke kucing, kawan.

Saya sampai sekarang, menganggap bahwa kucing adalah hewan yang lucu tapi ganas sekali.  lucu kalau dalam kandang dan ganas kalau berkeliaran kemana-mana. Gimana nggak ganas? Kalau tiba-tiba melompat lalu mencakar? Huwwaa, apa nggak menakutkan itu???

Awal ceritanya begini. Ketika saya masih SD, saya tuh termasuk anak yang suka berpetualang kemana-mana. Memancing di gunung kapur dekat rumah, mencari buah keres *saya nggak tahu nama lain buah ini* yang banyak tumbuh di perumahan, memanjat pohon mangga depan rumah, main layang-layang dengan teman-teman, masuk TK di perumahan tanpa ijin untuk bermain permainannya, dan masih banyak lagi. Dan di suatu waktu, entah pada saat dimana saya lupa, ada seekor kucing liar yang berwarna hitam dan besar sekali sedang berdiri di dekat saya dan teman-teman. Entah siapa yang mengusili duluan, itu kucing melompat mendadak di depan saya dan mencakat lengan saya.

Jantung saya seperti mau copot dengan luka cakar di lengan yang panjang. Mata saya langsung berkunang-kunang dan saya langsung berlari pulang ke rumah.

Semenjak itu, saya seperti mengidap phobia kucing. Saya tidak sukkkaaa sekali dengan kucing!!! Melihat dia berjalan pelan-pelan ke arah saya saja, saya sudah berbelok mencari rute lain. Kalau ada yang kucing yang mendekati saya, saya langsung menjingkat lari terbirit-birit. Kalau ada kucing masuk ruangan, saya langsung berteriak sampai satu ruangan mendengar teriakan saya. Dan phobia itu berlangsung sampai sekarang.

Ternyata, meskipun saya sangat takut berdekatan dengan kucing, sepertinya hidup saya tetap tidak bisa dijauhkan dari kucing. Gimana nggak, keluarga mertua saya sangat sangat sangat suka kucing. Bahkan mereka memelihara kucing sejak suami saya masih kecil. Artinya, kucing sudah menjadi favorit dan tidak akan terlepas dari kehidupan mereka. Oh tidak..!!! Berarti, mau tidak mau saya harus ‘beradaptasi’ kembali untuk berdekatan dengan kucing.

Banyak cara yang sudah saya tempuh. Bahkan suami dan adik-adik ipar saya sudah membantu tapi sepertinya program itu gagal. Suami dan adik-adik ipar saya mengajari pelan-pelan caranya berdekatan kembali dengan kucing. Mulai cara memberi makan, bermain dengan kucing, duduk dekat kucing, menangani kucing yang marah, dan masih banyak lagi. Tetap gagal. Tetap saja kalau kucing keluarga mertua datang *namanya Uki, lupa nyebutin namanya*, saya langsung teriak-teriak nggak jelas.

Sampai akhirnya, para anggota keluarga mertua mengerti betul bahwa saya memang benar-benar tidak bisa didekatkan lagi sama yang namanya kucing. Akhirnya, mereka menyerah membantu saya. Dan saya senyum-senyum saja.

Ups, ceritanya belum selesai. Sekarang cerita anak saya. Si Arya ‘Puku’, ternyata ngefans sama kucing..!! Aduh, padahal emaknya ini nggak suka banget sama kucing. Kenapa anaknya kok malah seneng? *padahal itu hak perogratif si anak, haha*. Si Arya, kalau melihat kucing lagi beraksi di depan dia, ilernya sampai netes-netes saking terpesonanya. Kalau diajak papanya nonton video kucing, ketawa-ketawa sendiri sambil pegangin layar laptop. Sampai suatu hari papanya Arya bilang : ‘Ma, terimalah kenyataan bahwa menyukai kucing itu sudah mendarah daging di Arya’. Jedierrrr, saya hanya senyum-senyum kecut aja mendengar suami saya berkelar seperti itu sambil tertawa.

Ini cerita saya tentang hewan yang sangat sangat sangat membuat saya ketakutan. Semoga suatu saat bisa sembuh mengingat suami saya berencana memelihara kucing kalau Arya sudah besar nanti.

Tulisan ini saya ikutkan dalam rangka memperingati ultahnya Maru Bunny Town yang kedua.  

Meeeooong... Guk...guk..guk.. 
Happy 2nd furrday Maru Bunny Town!

*******

Dey


Kalau ada yang bertanya tentang binatang favorit, ibu tidak punya jawabannya. Hanya suka memotretnya. Yang kata orang geli melihat satu binatang, ibu sih cuek aja kalau sekedar motret. Asal jangan disuruh memegang ya ....

Padahal di rumah ada beberapa binatang peliharaan Mbah lho. Ada ayam, bebek dan ikan di kolam. Sebelumnya Mbah pernah juga memelihara kelinci dan burung. Semua itu memang hewan ternak. Belum lagi kecoa, semut, ulat, tikus, hehehehehe .....

Dan jangan pernah tanyakan kepada ibu, berapa jumlah ayam dan bebek peliharaan Mbah. Ibu jarang sekali menengok halaman belakang, tempat dimana hewan-hewan itu di pelihara. Soalnya, tiap ibu ke halaman belakang, pasti si ayam dan bebek itu heboh sendiri. Teriak-teriak ngga puguh. Arghhhh .. padahal ibu cuma mau lihat doang. Kenapa si ayam dan bebek itu tampak tidak bersahabat dengan ibu. Makanya Mbah juga suka ngomel kalau ibu ke halaman belakang, hewan-hewan peliharaannya jadi galau ngeliat ibu ... qeqeqe.

Berbeda dengan Fauzan yang sepertinya mengikuti jejak Mbahnya. Saking sayangnya dengan hewan peliharaan, jika Mbah menyembelih ayam, Fauzan tidak mau melihat dan malah menangis. Kasihan katanya. Tapi makan ayam gorengnya sih mau .... :-D.

Pernah juga, ada ulat hitam kecil melintas di teras. Sama Mbah langsung di injak. Reaksi Fauzan juga sama, marah-marah ke Mbahnya. Masuk rumah memanggil ibu, sambil sesenggukann dia bilang, "Ibu, Mbah jahat. Ada ulat di matiin. Kan kasian ya bu, nanti ulatnya ngga bisa jadi kupu-kupu."

Mbah juga  pernah lho sengaja mengambil seekor ulat keket dari pohon di tempat lain, lalu di tempatkan di pohon jambu batu samping rumah. Itupun atas keinginan Fauzan. Biar jadi kupu-kupu katanya. Dan memang benar, tidak lama berselang, ulat keket itu berubah menjadi si Rama-rama yang indah sekali.

Tentang  kupu-kupu ini, mungkin karena Fauzan pernah di ajak ke Taman Kupu-Kupu di Cihanjuang. Dia melihat langsung proses metamorfosa dari kepompong menjadi kupu-kupu.

Beberapa hari yang lalu, dia juga meminta ibu untuk membelikan ikan kecil karena melihat ada yang menjual di halaman sekolah. Dia mau belajar memelihara binatang katanya. Ibu belikan dua ekor, lalu di beri nama Didi dan Dodo. Disimpan di toples. Eh, malah mati satu. Akhirnya sama Mbah, yang satu ekor lagi dimasukkan ke dalam kolam di belakang rumah.

Sebenarnya ibu tidak mau membelikan ikan itu, karena takut mati. Akhirnya ibu belikan karena sebelumnya dia merengek minta di belikan hamster. Duh, hamster mah jangan deh. Ibu geli melihatnya, Mbah apalagi. Soalnya Mbah hanya suka memelihara hewan ternak. Nanti malah ngedumel.

Ada yang tidak suka hewan seperti ibu, tapi ada juga yang seperti Mbak Sary. Coba deh intip Maru Bunny Town-nya. Banyak hewan peliharaan Mbak Sary dan keluarganya disana. Judulnya saja sudah living with animal.

Dan sudah dua tahun usia Mary Bunny Town. Ibu mendoakan dengan tulus, semoga Mbak Sary dan keluarga suatu saat mempunyai tempat yang luas untuk memelihara lebih banyak lagi hewan, terutama yang terlantar. Memang sih ibu bukan penyayang binatang, tapi suka miris dan kasihan melihat hewan yang sakit dan terlantar itu. Mudah-mudahan lebih banyak lagi keluarga seperti keluarga-nya Mbak Sary. Dan tetap konsisten di blognya itu menulis segala sesuatu tentang hewan peliharaan ya ....

Buat Maru Bunny Town, ada yang mau mengucapkan selamat nih ...

Karena ibu suka dengan prakarya kertas, jadi spesial dibuatkan ini saja. Prakarya ini disebut Ichinogami. Lucu kan ... ;-). Maunya sih diberikan langsung buat Mbak Sary, tapi jauhhhh .... ntar aja kalau ketemu ya ...

Meeeooong... Guk...guk..guk.. 
Happy 2nd furrday Maru Bunny Town!

*******


Bunda Zia

Entah, aku sudah lupa bagaimana awalnya, namun hingga sekarang aku tetap tidak begitu suka dengan kucing. Makhluk dengan bulu yang sering terbang kemana-mana, dengan ekor panjang yang terkadang ada kotoran menempel di ujungnya. Aku tidak suka kucing, bukan berarti aku benci kucing.

Itulah bentuk dan keadaan kucing yang ada dalam pikiran dan penglihatanku. Memang, sesekali kumelihat tampilan kucing yang indah, menawan, dan terawat. Tapi itu hanya tampilan yang ada di televisi semata. Dan yang ada di hadapanku saat ini adalah kucing tak terurus yang hidup dengan memakan makanan dari tempat sampah, kucing kurus tanpa perawatan apalagi kasih sayang.

Aku tidak suka kucing. Karena kucing yang kulihat begitu menjijikan dengan anak-anaknya yang kecil dan dilahirkan di sembarang tempat, kucing yang tak pernah tahu artinya rumah tempat berlindung atau seseorang yang bisa mengelus lembut bulunya dengan kasih sayang.

Kucing bagiku adalah hewan yang tidak memiliki imunitas tubuh, bahkan dia sering menularkan penyakit  pada selainnya. Pencuri makanan dari rumah dengan pintu terbuka.

Dan setelah ku melihat Maru Bunny Town, aku tahu ternyata ada yang menyayangi dan mengasihi kucing-kucing itu. Akan tetapi satu Maru Bunny Town tak akan cukup untuk semua kucing yang kulihat ini. Semoga di Ulang Tahun yang Kedua, akan muncul puluhan bahkan ratusan Maru Bunny Town yang benar-benar menyayangi binatang. Agar kucing-kucing ini tidak menjadi sampah pada akhirnya.

Meeeooong... Guk...guk..guk.. 
Happy 2nd furrday Maru Bunny Town!

*******

Insan Robbani


Berbicara masalah cinta kepada hewan piaraan pikiranku menerawang pada saat masa kecilku dulu. Sebuah pengalaman menyenangkan sekaligus menyedihkan. Dirumah aku punya dua peliharaan yang sangat aku sayangi yaitu seekor kucing kuberi nama Chemeng dan seekor burung kutilang kuberi nama si Manis.

Susah jika ditanya mana diantara dua hewan tersebut yang aku sayangi. Keduanya sudah aku pelihara sejak masih kecil hingga dewasa, bahkan untuk burung kutilang ini jika siang aku lepas berterbangan diantara dahan ke dahan pepohonan jika sore hari menjelang maghrib si kutilang tadi pulang masuk kesangkarnya sendiri, hebat bukan?. Itulah yang membuatku sulit melupakan si Manis.

Disuatu siang bertepatan hari minggu, aku asyik bermain dengan si Chemeng, berlari berkejar-kejaran, kulihat si Manis asyik bermain didahan sambil berkicau memamerkan suaranya yang indah seolah-olah ikut larut dalam kegembiraan melihat aku berkejar-kejaran dengan si Chemeng.

Entah kenapa tiba-tiba si Manis ikut terbang-terbang bersamaku dan hinggap di bebatuan tak jauh dariku bermain, spontan si Chemengpun menerkam si Manis sampai terkapar bersimbah darah.  Si Chemeng diam terpaku antara terkejut dan ketakutan ketika melihat si Manis sudah tidak bernyawa, walau sebenarnya aku tahu Chemeng hanya ingin bermain-main juga sama si Manis.

Maka tak pelak aku menangis sekeras-kerasnya melihat Manis sudah tidak bernyawa lagi, kulihat si Chemeng hanya duduk diam seolah menyesal atas kesalahan dan kebodohannya, mungkin jika bisa berbicara dia akan mengucapkan maaf kepada Manis dan juga kepadaku. 

Tapi nasi sudah menjadi bubur, walau diratapi tidak mungkin Manis bisa hidup kembali, akupun tidak menyalahkan Chemeng, dia tetaplah hewan yang kadang naluri binatangnya bisa muncul tiba-tiba tanpa bisa di cegah. Jangankan si Chemeng yang hanya seekor binatang, malah kadang-kadang manusiapun bisa suatu saat berubah perangainya seperti binatang apabila tidak bisa mengendalikan nafsu binatangnya. Ups..!  jadi OOT…

Alhamdulillah akhirnya bisa juga berpartisipasi di GA-nya Mbak Sary Melati dalam rangka  memperingati Anniversary yang kedua untuk Maru Bunny Town.

Meeeooong... Guk...guk..guk.. 
Happy 2nd furrday Maru Bunny Town!

*******

NH18 a.k.a Om Trainer

(specially dedicated for … MARU BUNNY TOWN)


Postingan ini, sekali lagi bicara tentang binatang peliharaan.

Postingan ini berawal dari sebuah komentar yang dilontarkan oleh Mbak Sary Melati.  Komentar tersebut diberikan oleh beliau pada sebuah postingan saya yang membahas mengenai binatang-binatang peliharaan (judulnya Domestic Animals)  .

Dalam postingan tersebut, saya bercerita mengenai suka duka kami dulu waktu kecil … waktu berangkat atau pulang sekolah.  Kami kadang kala harus menghadapi gonggongan anjing, sosoran angsa maupun kerlingan kerbau, hewan-hewan peliharaan masyarakat di sekitar sekolah kami.  Pada bagian akhir, setengah bercanda saya bertanya kepada para pembaca semua, bagaimana cara menghadapi “serangan” dari binatang-binatang peliharaan tersebut !

Dan disanalah mbak Sary memberikan komentarnya.  Khususnya tentang gonggongan Anjing.

Tanpa mengecilkan arti komentar-komentar dari pembaca yang lainnya … kalau boleh saya berpendapat… komentar mbak Sary ini adalah salah satu komentar terbaik yang pernah saya terima di Blog ini …

Mbak Sary menulis …
Yang aku tau sih anjing itu gak ada tedensi menyerang kalau gak merasa terancam, apalagi hewan peliharaan karena dia gak mengerti bahasa manusia, jadi lewat bahasa tubuh dan energi manusia.
Misalkan kita lewat di depan rumahnya dan dia mengonggong, tidak selalu berarti dia marah. Dia mengonggong untuk ngasih tau batasan ,\”Ini wilayah gue!\”
Jadi mitos lari kalo liat anjing, trus jongkok dan anjingnya bakal takut, itu gak bener. Kalo kita lari, dia pasti ngejar, entah karena dia anggap kita mengajak dia bermain (ini yang banyak orang gak tau, karena udah takut duluan) atau memang karena dia merasa wilayahnya dia terancam (berdasarkan energi yang dia tangkap, makanya kalo anjing penjaga bisa tau orang jahat/engga, itu dari ennerginya).
Kalo liat anjing, biasa aja, rileks. Anjing pasti jaga jarak dulu koq. Kalo power/sugesti kita lebih kuat, dia gak akan ganggu dan memilih mundur atau gak peduli.
Kalo ketemu anjingku, si Mercy, trus lari malah dikejar sama dia karena disangka ngajak main. Jongkok? malah ditubruk sama dia hehehe..
Itu aja sih share dari aku, om.. semoga bermanfaat.  Yang penting hilangkan ketakutan, karena anjing bisa merasakan ketakutan itu dan hal itu yang menentukan perilaku dia selanjutnya. Tentunya ini gak berlaku untuk anjing gila. Kalau itu sih silakan hubungi pihak berwenang, aku juga gak berani hihihi.. Termasuk sama soang, gak berani juga sosor balik 
Dari Struktur maupun isi, jelas sekali terlihat bahwa Mbak Sary ini mempunyai passion, pengetahuan sekaligus pengalaman yang mumpuni tentang serba serbi merawat hewan peliharaan. 

Apa yang dikemukakan oleh mbak Sary dalam komentar tersebut … terus terang merupakan pengetahuan yang baru dan sangat berguna bagi saya.  Dan Saya harap para pembaca The ordinary trainer ini juga bisa mengambil manfaat dari komentar tersebut.

Memang kalau anda sempat berkunjung ke blog mbak Sari “Maru Bunny Town“yang khusus membahas tentang Hewan Peliharaan.  Anda akan banyak menemui tulisan-tulisan tentang hewan peliharaan. 

Setau saya … dari seluruh lingkaran pertemanan saya … Hanya Blog Mbak Sary lah yang membahas mengenai “niche” / ceruk topik khusus ini.  Topik yang sangat spesifik.  Tentang serba serbi “PETS” dan pemeliharaannya.  Tidak banyak orang yang sanggup melakukannya.

Saat ini blog “niche” mbak sary tersebut berulang tahun yang ke dua …

Saya mengucapkan selamat ulang tahun untuk Blog MARU BUNNY TOWN

Terus menulis … terus berkomentar …
Jangan pernah menganggap remeh tulisan ataupun komentar kita …
Sesederhana apapun itu … 
karena bisa jadi … tulisan dan komentar simpel kita itu akan sangat bermanfaat bagi pembaca yang lain …

We never know !!!

Meeeooong… Guk…guk..guk.. 

Happy 2nd furrday Maru Bunny Town!

Salam saya

(seluruh foto diperagakan oleh Almarhum “PIKKO”,
kucing kampung kecil yang kami temukan di halaman samping rumah kami)


*******


Indira

Saya selalu kagum dengan teman-teman yang punya binatang peliharaan di rumah. Mulai dari yang imut-imut seperti kucing, hamster atau kelinci, sampai yang nyeremin seperti ular atau anjing. Ihhhh…anjing kok nyeremin sihhhh? Anjing jadi binatang yang lumayan menyeramkan buat saya karena pengalaman cukup buruk yang saya alami dengan binatang yang satu ini  . Waktu kelas 3 SD, saya pernah dikejar anjing tetangga yang memang galak dan hobbynya ngejar-ngejar orang yang lewat. Ni anjing biasanya di dalam dan kalaupun pintu rumahnya dibuka, dia bakalan di rantai. Waktu itu sudah malam, jadilah saya cukup PD bahwa si anjing putih itu pasti sudah bobo. Ternyata saudara-saudara, dia masih melek (dapat giliran jaga ronda kali yee hehehe) dan begitu saya lewat depan rumahnya tu anjing ga pake pengumuman langsung menyalak dan ngejar saya. Tapi itu jadi pelarian tercepat seumur hidup saya (teteup ada kebangaannya  ) tapi si gukguk berhasil menggores betis saya. Selamat dari kejarannya seperti habis menang Olimpiade rasanya…hahaha.

Kejadian kedua waktu saya SMA. Kalau jadwal olahraga saya harus berangkat jam 5.30 pagi dari rumah. Saya ke sekolah naik sepeda. Setiap kali akan berangkat, saya sudah deg-degan duluan. Bukannya takut gelap atau naik sepeda sendirian. Yang saya khawatirkan adalah si doggy, anjing besar milik tetangga saya (perasaan banyak anjing yah di kompleks kamu? … FYI, karena saya tinggal di Bali, anjing adalah salah satu peliharaan yang cukup umum ditemukan). Dia tipe yang diam-diam menakutkan. Kelihatannya jinak trus most of the time dia tiduran aja di depan rumah pemiliknya. Tapi pas kita lagi santai lewat, tiba-tiba aja dia bangun dan langsung ngejar. Dari empat kali jatah pergi pagi, 2 kalinya saya akan menggenjot sepeda dengan kecepatan maximum dengan si doggy mengikuti di belakang sampai depan komplek perumahan. Tapi masih harus disyukuri, saya sudah pemanasan bahkan sebelum pelajaran olah raga dimulai .

Anyway, meskipun dengan pengalaman buruk bersama binatang, animals will never be my enemy. Saya memang tidak punya binatang peliharaan, tapi I’m not animal hater. I just don’t have enough guts to touch them or take care of them. Saya suka lihat kelinci yang imut, ikan yang berenang-renang di aquarium atau kolam, atau hamster yang lagi olah raga di kandangnya. Tapi saya suka geli buat menyentuhnya dan sangat tidak telaten merawatnya. Saya yang pelupa ini khawatir kalau lupa member makan si kelinci misalnya, dan besoknya menemukan dia lemes kelaparan di kandangnya. Bisa-bisa dilaporin ke KOMNAS HAK, Komisi Nasional Hak Asasi Kelinci .


Daanish, yang hari tepat berumur 2 tahun, suka sekali ngeliatin kelinci, ikan dan ayam. Bahkan kalau mengigau dalam tidurnya, bukannya manggil emaknya atau babenya…ehhh malah bilang “ayam…ayam…ayam..” hahahaha. Setiap jalan-jalan ke Sunday market di komplek belakang, dia selalu mampir ke penjual kelinci dan berdiri cukup lama memperhatikan kelinci-kelinci jualan yang imut-imut itu.

Perkenalkan anak anda dengan binatang sejak dini dan tanamkan konsep bahwa binatang juga mahluk ciptaan Tuhan yang harus disayangi dan dilindungi. Kalau yakin bias merawat dengan baik, monggo punya hewan peliharaan seperti mbak Sary yang blognya Maru Bunny Town sedang merayakan ultah keduanya…ihhhh sama dengan Daanish udah 2 tahun.

Meeeooong… Guk…guk..guk.. 

Happy 2nd furrday Maru Bunny Town!

*******

Niken Kusumowardhani



Aku bukan tidak suka hewan apalagi membencinya. Aku hanya tidak telaten memelihara dan merawatnya. Karena buatku, kalau kita sudah memutuskan memelihara hewan, ya harus sepenuhnya merawat. Bukan sekedar memberi makan saja. Tapi juga memperhatikan kesehatan dan kebersihannya. Menyayanginya dengan berperikehewanan. Karena tidak telaten dan suka jijik dengan kotorang hewan, maka aku memilih untuk tidak memelihara salah satunya. Dari pada menelantarkannya dan tidak bisa merawat dengan baik.

Tapi aku suka dibuat geli dengan tingkah polah kucing di rumah sahabatku Renati Utami. Tiap aku kerumah Rena, ada-ada saja kelakuan kucing-kucingnya. Rena memelihara 2 ekor kucing kampung. yang diberi nama si ONYO dan si KUNYIL. Dirawat dan dipelihara dengan baik. Foto-foto ini salah satu bentuk kelucuan si ONYO dan si KUNYIL.

Kunyil ini senang sekali bercanda. Gampang tertarik dengan benda-benda yang kita pegang. Tangannya akan menggapai-gapai benda itu. Lucu sekali. Tapi kadang dia nakal juga mengasah kukunya di sembarang tempat. Aahh... kucing mode on.

Kalau Onyo adalah kucing jantan yang cool... Cieee... Pembawaannya kalem. Kalau digodain Kunyil suka cuek dulu. Dan menanggapi dengan ja'im. Hihihi... Onyo suka sekali memperhatikan koleksi ikan Koi di kolam rumah Rena. Barangkali dia mikir... "Ini ikan gede-gede, banyak pula... gimana caranya ya mau ambil... kalau nyemplung ntar gua kelelep... Hadeeuuhh.."

Mbak Sarry Melati, ini persembahan kecil dari saya dalam memperingati 2 tahun Maru Bunny Town. Semoga Maru Bunny Town semakin maju dan makin diterima oleh para pencinta hewan.

Meeeooong... Guk...guk..guk.. 
Happy 2nd furrday Maru Bunny Town!

*******

Myra Anastasia





*catatan sary: tulisan myra tidak bisa dicopas, silakan langsung berkunjung ke blognya untuk membaca :)


*******


Valeska

Tengah malam ada suara berisik banget...
Asalnya dari atas plafon rumah..

Pagi-pagi papa langsung naik ke atas plafon

Ternyata....

Ada kucing liar ngelahirin di rumah kami... Di atas plafon!!
Gimana caranya naik ke atas ya? 
Kucing itu emang suka main ke rumah Vales karena nenek suka ngasih makan dia. Nggak nyangka aja, dia juga numpang ngelahirin di rumah Vales..hihihi..

Papa lalu nurunin kucing dan anak2nya dari plafon, dipindahin ke teras..
Dimasukin kardus, dikasih goni, biar nggak kedinginan...

Anaknya ada 3! Hitam 2, coklat 1

Vales liatin anak kucing yang baru lahir..

Mereka tinggal di teras selama 2 hari, trus sama induknya dipindahin ke atas plafon lagi..... 

Tapi, dituruni lagi sama papa, soalnya takut kucing-kucing itu berak dan pipis di atas sana..
Kan bau, teman-teman... Ntar susah ngebersihinnya.. Siapa yang mau manjat ke situ?

Kami blom pernah pelihara kucing di rumah sini, soalnya mama alergi..
Setiap dekat kucing, adaaaaa.. aja yang gatal-gatal di badan mama..
Tangannya, kakinya... Merah-merah bentol-bentol..iiihhh!!
Kok aneh ya?

Padahal, Valeska suka kucing, apalagi kalo kucingnya dikasih pita warna pink kayak gini :


Karena itu, kucing liar dan anak2nya di 'transmigrasikan' oleh papa ke suatu tempat..
Vales nggak tau kemana...

Teman-teman suka pelihara kucing seperti keluarga Tante Sarry Melati pemilik blog Maru Bunny Town?
Mereka punya banyaaaaak sekali binatang peliharaan.. Ada kelinci putih, kucing putih.. anjing putih juga ada! Semua cantik-cantik dan kelihatan sehat terawat.
Dan semua kisah tentang binatang peliharaan mereka tertuang dalam blog Maru Bunny Town.
Silahkan berkunjung ke sana... 

Hari ini Maru Bunny Town ulang tahun ke 2, lho.
Selamat ulang tahun! Semoga sukses selalu...

Meeeooong... Guk...guk..guk.. 
Happy 2nd furrday Maru Bunny Town!


*******


Yuanita Okti Anggarini


*catatan sary: karena kartu dan tulisan di blog Tita tidak bisa dicopas, saya menggunakan "print screen" demi memajang kartu ucapan dari Tita di blog ini. Sedangkan untuk tulisannya, silakan langsung berkunjung ke blog Tita. Semoga berkenan :)


*******




Aku termasuk salah satu yang baru tahu tentang rumah penuh cinta yang didedikasikan special untuk hewan piaraan yang bernama marubunnytown. Dari blogwalking ke blog teman-teman, dan membaca postingan yang ditujukan untuk ulang tahun kedua maru bunny town sehingga membawaku singgah dirumah penuh kasih sayang untuk semua jenis hewan piaraan. Sebuah blog yang digawangi oleh satu keluarga yang penyayang binatang segenap ketulusan hati. Mbak Sary bersama sang suami dan buah hatinya: Asyiah, Ashira, dan Moses,  mereka menjadi tim yang solid dalam menghadirkan marubunnytown.

Bukan hal mudah dan aku yakin tak semua orang sanggup menyediakan ruang dalam bilik perasaannya untuk berbagi dengan binatang dalam kehidupan sehari-hari. Butuh kelembutan hati, jiwa belas kasih, ketekunan dan kesabaran pada level di atas rata-rata untuk bisa menyayangi binatang dengan tulus. Namun Mbak Sary dan segenap keluarganya mampu memberikan pembuktian untuk hidup berdampingan dengan mesra bersama mini zoo-nya. Jadi tak hanya menyajikan detail tentang perawatan dan perhatian pada binatang dalam paparan tulisan, namun juga men’download’nya dalam interaktif dunia nyata di rumah mereka. 

Secara umum, memang banyak masyarakat kita yang punya hewan piaraan tapi masih dengan economic oriented. Contoh nyata dan paling dekat denganku saja, adalah keluargaku. Memelihara binatang merupakan hal yang sudah biasa kami lakukan bahkan sejak sebelum diriku terbentuk menjadi embrio. Tapi seperti aku sebutkan bahwa orientasinya adalah memelihara binatang dengan tujuan komersial. Pernah memelihara kerbau dan sapi [tidak bersamaan], sebagai asisten nggarap sawah juga untuk diperanakkan kemudian dijual. Memelihara dan mengembangbiakkan kambing dan ayam juga demikian, untuk tujuan komersil. Pernah juga memelihara merpati, awalnya karena kakak-kakakku suka saja..tapi ketika berkembang biak jadi banyak dan ada yang tertarik membeli, kemudian dijual juga merpatinya.

Tapi ada juga hewan piaraan kami yang tidak economic oriented, salah satunya yaitu kucing [pernah juga memelihara marmut ~ sejenis kelinci dengan ukuran tubuh yang lebih mungil]. Kucinglah yang setia dipelihara [tanpa tujuan komersial] di rumah kami hingga sekarang. Diantara kami ber-9, kakakku yang akrab aku panggil Cak To yang paling sayang dengan kucing. Dialah yang suka mandiin kucing, membersihkan kutu-kutunya, mengajak bermain dan bahkan tidur pun dikeloni. Dan kucing kami yang paling lama menjadi bagian dari keluarga kami biasa dipanggil dengan si pushi, kucing jantan dengan bulu abu-abu dan putih tapi dominan warna abu-abu gelapnya. Bukan jenis kucing yang mahal, dia kucing kampung biasa dan berjeni kelamin jantan. Kami memperolehnya juga dikasih oleh tetangga.

Binatang juga punya perasaan dan kepekaannya bisa dilatih, saya yakin hal itu dan demikianlah si pushi kami. Jika dia meong-meong minta makan, kami sering ngomongin tunggu sebentar dan detik berikutnya dia seolah paham dan menunggu makanannya siap. Atau saat dia naik ke meja, kami bilangin jangan naik meja..pushi pun turun. Oia, pushi gak suka makan tikus meski dia pandai berburu tikus. Kalau dapat tikus, hanya dipakai mainan dan dibiarkan mati dalam kondisi utuh. Tapi Sayang si pushi meninggal 2 tahun lalu. Suatu malam ibuku mendapati pushi pulang dengan tubuh terluka sepertinya habis berantem dengan kucing jantan lainnya. Dan sekitar jam 3 dini hari, saat ibuku bangun untuk sholat si pushi sudah tak bernafas dengan posisi tubuhnya membujur ke arah utara.  

Tapi syukurlah sekarang di rumah sudah dapat gantinya pushi, warnanya hitam dan ekornya panjang. Ibuku sempat nylethuk gak suka dengan ekornya yang panjang tapi itu tak mengurangi niat untuk memelihara kucing baru tersebut. Sewaktu mudik beberapa bulan lalu sempat iseng – iseng aku foto, tapi sayang filenya hilang. Jadi tidak bisa menampilkan wajah kucing kami dalam postingan special edition ulang tahun kedua  maru bunny town ini. Semoga tidak mengurangi kesemarakan ulang tahun marubunnytown yang kedua.

Met Ultah yang kedua untuk Maru Bunny Town,
semoga sukses selalu buat Maru Bunny Family
dan semakin banyak orang yang perduli pada binatang

“Meeeooong... Guk...guk..guk..
Happy 2nd furrday Maru Bunny Town!"

Note:
Maaf jika gambarnya "tidak match" dengan cerita dalam postingan. Foto Penyu ini saya ambil sewktu mengunjungi konservasi penyu di Sukamade. Penyu merupakan salah satu binatang langka [purba] yang butuh perhatian dari kita semua agar populasinya tetap bisa lestari.


*******

Ayundha Nabilah


Waah pas banget! Bulan ini saya kan ulangtahun, nah ini ada juga nih yang lagi ulangtahun 

ini dia Maru Bunny Town 

Meeeooong... Guk...guk..guk.. 
Happy 2nd furrday Maru Bunny Town!

Maru Bunny Town umurnya sudah 2 tahun nih, keren ya 
May God always give kak Sary's family health, wealth, and prosperity 
Semoga bisa terus nulis dan terus cinta binatang.
Sukses terus yaa Maru Bunny Town. aamiin 

Kebetulan banget, tahun ini saya dapet kado beberapa boneka, dan ternyata bonekanya itu bentuk binatang semua! Pas banget kan sama ultahnya Maru Bunny Town 


*******

Carra



Jadi saya kumat isengnya lagi malam ini…

Berhubung ada yang memprovokasi… akhirnya saya iseng-iseng bikin artwork untuk menyemarakkan ulang tahun blog Maru Bunny Town milik dari mbak Sary Melati, seorang emak-emak blogger energik yang jadi admin di Kumpulan Emak2 Blogger…  saya baru saja bergabung di grup tersebut… jadi ya belom banyak memang kontribusi saya selain cuma urun jempol dan sesekali kasih komen… lhaaaahhh wong absen di Facebook Group nya aja cuma sesekali jugaaakk 

Tapi biarlah… mungkin karena saya masih baru jadi emang belom terlalu kerasan… yang penting saya siap buat berpartisipasi dalam bentuk apapun sepanjang saya bisa 

Kayak yang sekarang… mumpung blognya ultah dan saya lagi kurang kerjaan tapi tangan gatel banget pengen bikin sesuatu… jadi yaa jadilah kartu ucapan ini… moga-moga saya bisa menangin Giveaway nya hehehe…

Anyway…

Meeeooong… Guk…guk..guk.. 
Happy 2nd furrday Maru Bunny Town!


*******


Maru Bunny Town Birthday
Icha



Meeeooong...
Happy 2nd furrday Maru Bunny Town!


*******



Adam

Jember, 12 Agustus 2012


Dulu, ketika saya masih belajar di Taman Kanak-kanak, saya sangat ingin sekali memelihara binatang yang termasuk binatang rumahan sejenis kucing atau burung. Namun setiap meminta ijin selalu tidak di restui oleh ibu saya. Dengan berbagai alasan yang sudah saya lupa sekarang beliau menolak keinginan saya. Yah, apa daya seorang anak kecil jika keinginannya tidak dituruti. Menangislah saya.

Suatu ketika Almarhum Kakek saya dari Kediri mengunjungi saya dan ibu saya di Jember. Beliau datang bersama istri yang juga nenek saya. Ah, betapa senangnya mereka datang. Pada saat itu masa liburan, jadi saya bisa bermain bersama mereka berdua seharian kalau tidak ya melihat televise dirumah atau terkadang sekedar jalan-jalan kepasar. Di hari terakhir kunjungan mereka, kakek saya bilang kalau ingin memberi saya hadiah. Layaknya anak kecil yang dapat kejutan (padahal masih kecil waktu itu) saya melompat-lompat kegirangan. Lari sana, lari sini.  Hingga akhirnya beliau mengajak saya pergi ke toko ibu saya. Sesampainya di sana beliau berbicara sebentar dengan ibu dan kemudian mengajak saya kembali meninggalkan toko ibu saya bersama nenek yang memilih untuk tetap disana. Kami berdua menyusuri pasar yang ramai.  Hingga kakek saya berhenti di sebuah keramaian bapak-bapak penjual beberapa hewan ternak. Saya bingung tujuan kakek di sana, beliau bercakap dengan seorang penjual yang di sebelahnya terparkir sepeda motor yang di jok belakangnya terdapat kurungan burung merpati. Saya tak dapat mendengar pembicaraan mereka karena keadaan di sana ramai sekali, banyak orang yang tawar menawar harga hewan yang di belinya, terkadang terdengar suara ayam berkokok (padahal sudah siang) atau suara kambing.

Kulihat kemudian kakek memberi si penjual ini beberapa lembar uang. Kemudian kakek di beri sebuah kurungan sederhana yang berisi dua merpati. Satu berwarna abu-abu dengan terdapat goresan gelap dan hijau mengkilap, satu lagi berwarna putih dengan terdapat warna di leher abu-abu. Dia lalu memberikannya kepadaku. Wah, saya dapat hewan peliharaan. Saya sangat senang pada saat itu, apa yang saya inginkan menjadi kenyataan. Kemudian, kami pulang untuk menaruh merpati tersebut di rumah. Sesampainya di rumah, kakek menggantungkannya di depan pintu belakang rumah. Kemudian mengambil barang-barang bawaannya bersama nenek untuk berangkat pulang ke Kediri. Setelah selesai kami kembali ke Toko dengan menaiki becak. Sesampainya di toko, kakek dan nenek berpamitan pada ibu. Ibupun mengantar bapak dan ibunya ke tempat pemberhentian bus di dekat sana bersama saya. Tak lama sesampainya bus datang untuk mengantarkan kakek dan nenek saya tersebut kembali ke Kediri.

Kami kembali ke toko, namun aku langsung saja meinta uang untuk membeli pakan merpati yang kata ibuku adalah beras jagung. Dibelikanlah saya seplastik beras jagung saya menerimanya dan langsung lari menuju rumah. Sesampainya, saya langsung mengambil kursi dan meraih sangkar merpati tersebut dan member makan mereka dengan beras jagung. Sambil tengkurap  saya melihat mereka mematuk satu persatu beras jagung yang saya taburkan hingga akhirnya saya ketiduran.

Saya di bangunkan oleh pengasuh saya Mbok Mat. Hari sudah hamper senja. Kemudian di bertanya tentang merpati tersebut, saya menjawab sesuai pertanyaan. Kemudian, aku di suruh untuk segera mandi. Tapi, bukan membuka baju namun saya membuka pintu sangkar merpati tersebut dengan niat membawa mereka dan juga ingin memandikannya. Saya merogoh salah satu dari mereka tapi yang satu terbang keluar, saya berteriak pada Mbok Mat untuk meminta tolong menagkapnya. Belum sampai beliau datang, merpati yang satu juga terbang bebas keudara. Hanya tinggal yang berwarna putih masih berjalan-jalan di depan saya. Saya reflek menagis sejadi-jadinya, Mbok Mat datang dan mencoba menangkap Si Putih namun gagal. Si Putih akhirnya terbang bebas di udara dan menghilang bersama teman sesangkarnya sebelumnya. Setelah itu, saya menangis sepanjang malam karena kehilangan kesempatan memelihara merpati pemberian kakek saya.

Ha~h, seandainya kedua merpati itu masih saya miliki pasti sudah saya ajarkan untuk mengucapkan Happy Birthday pada Maru Bunny Town (emang mereka burung beo #plak) hehehe

Meeeooong... Guk...guk..guk.. 
Happy 2nd furrday Maru Bunny Town!


*******

Lidya Fitrian


Berkunjung ke Maru Bunny Town kita akan disuguhi oleh hewan-hewan peliharaan keluarga dari Mbak Sary. Tahun ini Blog Maru Bunny memasuki usia ke 2 tahun. Untuk merayakan hari jadinya yang kedua maka Mbak Sary mengadakan Giveaway dengan membuat ucapan selamat ulang tahun untuk Maru Bunny Town.

Walaupun aku dirumah tidak mempunyai peliharaan, maklum rumahnya RSSSS :). Tapi pernah juga memelihara ikan hias. Alasan lain karena aku takut hewan hehehe. Tapi aku berusaha agar anak-anak tidak takut hewan, setidaknya dengan kucing mereka berani membelai. Sering ada kucing yang datang kerumah dari sini mereka mulai belajar menyanyangi binatang. Kita cuma punya koleksi hewan mainan dirumah, untuk mengenalkan nama-nama hewan danbentuknya pada Pascal dan Alvin.

Selamat Ulang Tahun untuk Maru Bunny Town yang Ke 2 ya semoga selalu semangat ngeblognya buat Mbak Sary

Tulisan ini diikutsertakan di

Meeeooong... Guk...guk..guk.. 
Happy 2nd furrday Maru Bunny Town!


*******

Desak Pusparini


Postingan ini saya buat khusus untuk merayakan hari jadi Maru Bunny Town. Sebenarnya sejak membaca pertama kali pengumuman GIVEAWAY 2 TAHUN MARUBUNNYTOWN, saya sudah ingin segera menulisnya. Tapi apa boleh buat, ‘singa mati’ saya sangat galak alias deadline terjemahan saya yang sudah mepet, menyebabkan saya belum bisa berkutik. Syukurlah waktunya cukup panjang, sampai tanggal 13 Agustus 2012, jadi saya tetap bisa berpartisipasi.

Pertama mengetahui Maru Bunny Town dari KEB – Kumpulan Emak-emak Blogger. Kesan pertama saya adalah: luar biasa! Bayangkan, memelihara begitu banyak jenis hewan yang notabene membutuhkan perhatian dan kasih sayang (seperti halnya makhluk hidup lainnya), tentu bukanlah perkara gampang. Siapa yang sanggup melakukannya? Tidak setiap orang. Bisa dipastikan yang bisa melakoninya adalah orang yang sangat penyayang hewan. Kenapa? Karena ‘pengorbanan’ (kalau bisa dikatakan pengorbaan) yang dilakukan cukup besar, seperti waktu, dana dan  perhatian.

Dulu saya pernah mempunyai anjing sampai sebelas ekor, tapi kini hanya punya dua ekor saja. Saya cukup tahu diri dengan keterbatasan saya saat ini yang tidak memungkinkan bisa memelihara banyak hewan. Saya tidak ingin mereka terlantar karena keterbatasan saya.  Saya suka anjing terutama yang ras kecil karena tingkah mereka yang lucu (terutama anjing saya sih, hehehe), setia sekaligus penghibur yang baik. Kalau lagi bete, mereka bisa menjadi teman becanda yang menyenangkan sehingga mood jadi membaik setelah bermain-main dengan mereka. Ngga percaya? Coba deh  Sebenarnya saya juga ingin sekali punya kucing, tapi karena Shiro dan Chiko sama sekali ngga bisa diajak damai sama kucing, yahh, jadi tidak kesampaian deh.

Sekali lagi salut dan selamat untuk Maru Bunny Town. Semoga tetap jaya di udara dan di darat!   

Meeeooong… Guk…guk..guk.. 
Happy 2nd furrday Maru Bunny Town!

*******

Roro Hartinah Isyani


Happy Birthday Maru Bunny Town.

Selamat Ulang tahun roro ucapkan.
Selamat Panjang umur roro ’kan doakan.

Selamat Sejahtera, sehat sentosa!!
Selamat panjang umur Dan bahagia!

Yeeeee sedikit lagu buat Maru Bunny Town yang berulang tahun yang kedua pada tahun ini :D 
I <3 :=":" banyak="banyak" binatang="binatang" dan="dan" div="div" mbak="mbak" orang="orang" pada="pada" pussie="pussie" sari="sari" sayang="sayang" semakin="semakin" semoga="semoga" sperti="sperti" yang="yang" ylovelycat="ylovelycat">

Meeeooong... Guk...guk..guk.. 
Happy 2nd furrday Maru Bunny Town!


*******


Nchie Hanie


Meong..Meong..Tidaaak..!! Yang ada aku langsung kabuur histeris atau ke dapur ambil sapu *maap Meng* 
Kalo jagonya memelihara hewan sih Mak Sary nih ahlinya, saluut banget sama beliau beserta keluarganya yang sangat peduli memelihara binatang, Oh so Sweet...!

Jangan tanya aku kenapa ga suka memelihara binatang, salah satu alasannya mungkin malas, malas merawatnya, ga telaten dan karena tidak terbiasa aja dari kecil dengan yang namanya dunia binatang. 

Apalagi yang namanya sama Kucing, hmm memang sangat lucu kalo  di foto-foto, sangat menyenangkan sekali.

Tapi di dunia  nyata nya, aku  benci  banget,  ga tau rasanya geli aja, dan  *maap* jijik  lihat telinganya. dan sampai saat ini aku masih mempunyai rasa dendam  membara sama yang namanya kucing, mau tau sebabnya..??
  • Karena sering  mencuri  daging ayamku baik yang udah di goreng ataopun  daging mentah yang baru kubeli dari warung.
  • Karena suka nyolong juga ikan asin punyaku, dan pindang tongkol haduuh padahal lagi nikmat makan tuuh di cocol sambel.
  • Paling sakit hati yang ini nih, baru beli brownies keju di taro di meja,  di tinggal  ngejemput sekolah, pas pulang abis bo topiing kejunya dan browniesnya di acak-acak pula *napsuh dah*, melihat kucing tanpa dosa melongo dan pergi se enak udele, ternyata si kucing masuk lewat jendela hiks..
Di rumah yang suka memelihara binatang ya Papa Olive, khususnya kucing, katanya dulu punya banyak banget di rumahanya, ampe tidurpun sama kucing. 

Jadi inget waktu pertama kali di kenalin ke CaMer, banyak kucing nyamperin lewat kolong meja, menjilat-jilat kakiku, naik ke pangkuanku, histeris lah , dan yang ada aku tendang-tendangin  CaMer langsung  terpesona lihat kucing peliharaannya di tendangin dan setiap kali kesana beliau suka bilang, jangan deket-deket sama si teteh Meng, dan suka di amanin *dari pada sakit badan Memengnya di gebukkin T Nie*hehee..

Dan sampai saat ini pun pengajuan proposal dari PO dan Olive untuk memelihara kucing selalu aku tolaaak mentah-mentah, dengan alasan ga mau aja ada binatang di rumah. Maaf bukannya ga sayang, biarkanlah aku hanya menikmati lucunya kucing lewat  gambar ajah.

Sekali tidak, tetap tidak.. 
Pilih Mama atau kucing ??*mengeluarkan senjata pamungkas*xixixii...

Kira-kira begitu deh Mak, aku memang ga suka , dan aku sangat salut sama orang yang bisa dan pandai memelihara binatang, 2 jempoool deh.

Tapi bagaimana pun, aku seneng  dan ikut berbahagia atas atas Ulang Tahunnya  ke 2 Blog  Maru Bunny Town.
Kita sekeluarga, cuma mo bilang selamat Ulang tahun ya buat Maru Bunny Town.
Semoga makin eksis dan makin semangat menulis dan menyebarkan virus mencintai dan peduli kepada hewan *kayaknya harus deket2 Mak Sary, biar tertular*

Maakk..tolong ajarin aku..
Kasih tipsnya biar suka sama binatang..

Meeeooong... Guk...guk..guk..
Happy 2nd furrday Maru Bunny Town!


******

Ria Tumimomor


Rada surprise ketika sedang beredar di dunia maya dan menemukan blog tentang hewan Maru Bunny Town dan ternyata umurnya sudah mencapai tahun ke dua sekarang :) Semoga sukses selalu untuk dear Sary Melati dan keluarga ya :) Selalu ditunggu postingannya di blog Maru Bunny Town loh!

Aku belum bisa fokus mengurus hewan-hewan liar jadi kadang-kadang suka membayangkan punya rumah yang halamannya gede. Supaya bisa menampung kucing atau anjing liar daripada mereka berkeliaran di jalan. Saat ini paling hanya membagi sisa makanan di rumah pada kucing-kucing liar. Dan kegiatan ini dimulai sejak tahun 2008. Sampai ada kucing-kucing yang enggan keluar dari halaman rumah karena mereka tahu jadwal makan yang pasti. Dulu mama yang paling benci sama kucing, menentang abis kebiasaan ini. Apalagi tetangga juga gak suka sama kucing-kucing liar. Tapi, aku sama kakak sepupu tetap memberi makan di malam hari sehingga akhirnya mama membiarkan. Syaratnya hanya satu, kucing-kucing ini gak boleh dibawa masuk ke rumah.

Lalu di awal tahun 2012 ada anak kucing yang mulai beranjak dewasa tiba-tiba nongol di halaman rumah. Tidak seperti anak-anak kucing lain yang menatap dengan penuh kecurigaan (mungkin karena sering dipukul), yang ini berbeda. Kucing ini langsung mendekati papa yang tengah menikmati sarapan pagi di halaman. Dan mulai mengeong dengan suara membujuk. Matanya bagus banget sampai akhirnya dikasih nama Si Won. Hahaha, beneran deh, matanya cantik banget. Jadi walaupun kucingnya cewek, tapi nama itu sudah keburu menempel dan males mencari nama lain. 

Siwon ini sepertinya pernah dipelihara orang sebelum akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam halaman rumah orangtuaku. Kenapa begitu? Jadi, ceritanya Siwon ini demen banger keluar masuk ke dalam rumah tapi awalnya selalu aku usir keluar. Karena perjanjiannya dengan mama kan kucing-kucing ini tidak boleh dibawa masuk. Plus, kita pernah membiarkan satu anak kucing tidur di dalam rumah dan hasilnya dia meninggalkan "oleh-oleh" dimana-mana. Sepatu, keset, udah berapa banyak yang kebuang karena "oleh-oleh"nya itu. Tapi suatu malam ketika tidak ada yang memperhatikan, Siwon masuk ke dalam rumah dan tanpa kami ketahui tidur entah dimana! Besok paginya baru ketahuan kalau ia sudah menginap di dalam rumah semalaman. Siwon mencetak prestasi karena menjadi kucing pertama dan juga yang terakhir dibiarkan masuk ke dalam rumah. Ia tidak mengotori rumah walau tetap saja kantong sampah yang ada di dapur harus dikeluarkan. Karena kalau sedang kumat, ia senang mengorek kantong sampah. Berabe khan kalau isinya bertebaran di dalam dapur?
Setiap pagi Siwon akan duduk di dekat pintu, menunggu orang yang bangun untuk membukakan pintu baginya. Itulah rutinitas paginya sebelum ia kembali masuk ke dalam rumah dan melanjutkan tidur. Kalau sedang lapar, ia akan mengikuti dan mengeong siapa saja yang ada di dalam rumah kecuali mama. Mama walau agak melunak dengan membiarkan Siwon tidur di dalam rumah bukan berarti langsung suka sama kucing. Ia tetap tidak suka dan jelas menolak mentah-mentah untuk di dekati Siwon. Ada banyak cara Siwon mencari perhatian agar mendapat makanan. Pertama mengelus-elus kepalanya ke kaki (haduh, mesti cuci kaki lagi deh), atau sengaja tidur di kaki dengan harapan kita akan kasihan dan memberinya makan. Atau memberikan tatapan mata yang paling sayu dengan mengeong agar mendapat makanan. Dan siapa sih yang tega menolak kalau matanya sudah seperti Cats in Boots dalam film Shrek itu? Bahkan keponakan yang kurang suka sama kucing karena geli dengan bulunya akhirnya menyerah dengan Si Won. 

Jadilah saat ini Siwon menduduki tempat sebagai the new unofficial pet. Kami masih membiarkannya datang dan pergi sesukanya walau akhir-akhir ini ia lebih banyak tidur di dalam rumah. Siwon bisa dibilang menjadi anggota baru di rumah walau ya gitu deh masih secara tidak resmi.

Dan karena dia sekarang sudah menjadi anggota rumah, maka aku bareng Si Won ingin mengucapkan Selamat Ulang Tahun dan semoga di acara ultah yang berikut dan berikutnya lagi, Siwon diundang ya :)

Meeeooong... Guk...guk..guk.. 

Happy 2nd furrday Maru Bunny Town!


*******


Matris

Happy Birthday to you........
Happy Birthday to you........
Happy Birthday 
Happy Birthday
Happy Birthday to Maru Bunny Town...
yayy......
Meeeooong... Guk...guk..guk.. 
Happy 2nd furrday Maru Bunny Town!


ssssttt.... ini ayam tetangga tapi suka nangkring di teras rumah, jadinya Wilda sering ngasih makan. Umurnya sudah tua sekali  lho kata yang punya...


*******


Idah Cerris


Selamat siang penghuni Marubunnytown? Perkenalkan, kami adalah Fershy dan Luphy. Selain Marubunnytown, apakah ada yang belum kenal dengan kami? Dulu kami pernah nampang di blog ini lho, pasti pada lupa ya? Ceritanya dulu kami ada perselisihan sedikit mengenai bibir sexy yang kami miliki, tetapi perselisihan itu sekarang sudah selesai. Jika lupa intip kami lagi di sini. 

Kami adalah keluarga kecil yang ingin tumbuh menjadi keluarga besar seperti Marubunnytown. Meskipun kami keluarga kecil dan berbeda species dengan Marubunnytown, tetapi kami ingin sekali berteman dengan keluarga Marubunnytown. Tadi kami sempat sempat melihat teman-teman di Marubunnytown, ternyata lucu-lucu, cantik dan gagah. Sempat berkenalan juga dengan Maru, Nasya, Melon dan Fluffy. Mereka baik-baik, tapi sayang Fluffy lagi merem jadi gak lihat kegantengan dan kecantikan kami. 

Tadi yang memelihara kami yaitu Miss Idah sempat bilang, kalau dia takut dengan binatang mamalia jadi kami putuskan untuk menulis ini sendiri. Hebat kan kami.  Oiya, kami baru tahu kalau ternyata ada susu khusus untuk baby animal yang dijual di toko khusus hewan. Namanya susu bayi SGM LLM. Susu ini tentunya sangat layak dikonsumsi untuk keluarga Marubunnytown yang masih kecil-kecil atau kehilangan induknya. Tapi sepertinya bukan konsumsi kami. Terus kami mengkonsumsi apa? Mari kita tanyakan kepada Miss Idah. 

Miss Idah, kenapa kami tidak pernah mendapatkan susu SGM LLM? Tanya kami kepada miss idah.

Lho, kalian kan punya makanan pokok sendiri, sayang. Bukan susu yang kalian konsumsi, tetapi pelet dan sayuran yang biasa kalian makan sehari-hari. Lebih lezat dan enak kan? Jawab miss idah, mencoba meyakinkan kami.

Sekali-kali kasih kami susu dong, miss? Pinta kami sambil jalan pelan.

Yaudah, besok saya kasih susu indomilk ya?Awas jangan melamun lho, nanti gak dapat susu indomilk. 

Ehem-ehem. . .sekarang giliran yang memelihara fershy dan luphy angkat bicara.  Saya merawat fershy dan luphy hampir 2 tahun. Waktu mereka masih kecil saya taruh di akuarium mini, tetapi mereka sekarang sudah besar. Sekarang mereka saya taruh di tambor atau bak besar. Fershy yang kecil dan berjenis kelamin laki-laki, sedangkan luphy yang besar berjenis kelamin perempuan. Mereka sudah lama bersama, tetapi koq belum juga dapat momongan ya? Ingin rasanya punya kura-kura kecil tapi dari mereka, anak mereka.  Sepertinya lucu jika mereka mempunyai anakya, jangan-jangan mereka kurang gizi. Kalau keluarga Marubunnytown si pasti gizinya terpenuhi, buktinya banyak memperoleh keturunan, apalagi dari kelinci. 

Mengenal keluarga Marubunnytown itu memang sungguh mengasyikkan. Saya memang kurang suka dengan kucing, saya takut dengan anjing dan saya geli melihat kelinci, tetapi melihat keluarga yang memelihara maru dan teman-teman merupakan kebanggaan tersendiri. Iya, bangga melihat mereka yaitu mba sary dan keluarga dalam memelihara hewan kesayangan mereka. Melihat cara mereka memperlakukan dan merawat maru dan teman-teman sungguh TOP. Apalagi jika melihat Mas Adi yang sedang menyusui kelinci terus punggungnya juga dihinggapi kelinci kecil.  Kebersamaan mereka dengan hewan-hewan yang mereka pelihara benar-benar merupakan satu kesatuan. Tidak ada rasa takut apalagi jijih untuk merawat mereka. 

Ok. . .stop sampai di sini. Fershy dan Luphy, mari mendekatlah. Ucapkan selamat ulang tahun untuk Marubunnytown secara bersama-bersama. Satu, dua, tiga. . .Selamat ulang tahun untuk Marubunnytown, Happy 2nd furrday. Semoga Marubunnytown and family selalu diberi kesehatan, rukun, makannya lahap dan diberi keturunan yang lebih banyak lagi.  Peluk dan cium dari Fersy dan Luphy. 

Meeeooong… Guk…guk..guk.. 
Happy 2nd furrday Maru Bunny Town!

*******

Rahmi Aziza


Memang benar selalu ada hikmah di balik setiap peristiwa. Kalo blogdetik ngga trouble, blog pertama saya yang satu inih akan terus terlantar dan tetap bertahan dengan postingan yang hanya sebiji.

Kali ini saya mau mau meramaikan giveaway nya mak Sary Melati dalam rangka ultah Maru Bunny Town yang ke-2. Sekalian salam kenal ya Mak

Katanya harus ada unsur hewannya. Baiklah kalo begitu saya akan cerita tentang kucing, binatang kesayangan saya sekeluarga *kecuali ibu.

Hampir tiap kali pindah rumah, tiap kali itu juga saya sekeluarga memelihara kucing. Kita emang beberapa kali harus  pindah karena urusan dinas Papah. Tapi yang paling saya ingat waktu tinggal di Denpasar, saat itu kita ngga punya kucing piaraan. Ngga tau kenapa ya di sana kok jarang saya menemukan kucing liar, apa karena banyak anjing, jadi kucingnya pada ngumpet? Ntah lah.

Rekor memelihara kucing terbanyak waktu tinggal di Makassar. Gara-garanya kita suka ngga tega ngeliat kucing liar yang nampaknya kelaparan, jadi kita kasih makan juga. Walhasil kucing-kucing itu jadi sering nongkrong di rumah dan beranak pinak sampai akhirnya kita punya delapan ekor kucing! Mau dibuang ngga tega! Pernah dulu ibu diam-diam buang seekor kucing. Saya dan adek sampe nangis-nangis. Besoknya kita cari kucing itu pas ibu tidur *takut ketahuan. Sampai-sampai kita berencana mencetak foto si kucing dan menempelnya di tempat-tempat strategis. Untung, belum sempat rencana konyol itu dijalankan, pada suatu Shubuh si kucing pulang kembali ke rumah. Horray!!!

Tingkah laku kucing juga kadang menyebalkan. Pernah nyolong ikan, pup di atas spring bad, sampai makan anak ayam tetangga *huh bikin malu. Tapi anehnya kita tetep sayang.

Oya pernah juga waktu itu saya baru mudik. Kebetulan yang balik ke rumah hanya saya seorang diri *karena keburu masuk kerja, sementara orang tua menyusul. Nah di rumah itu kan ngga ada persediaan makanan apa-apa kecuali mie sebungkus. Si kucing udah nungguin sambil ngear-ngeor, aduh kasian kamu nak. Penjual ikan ngga mungkin lewat sesiang ini, mau ke pasar juga udah males. Akhirnya pergi ke minimarket terdekat beli chicken nuggeat buat si pus, saya sih makan mie aja ngga masalah.

Sampai sekarang masih suka bertanya-tanya, kira-kira gimana nasib mereka sekarang setelah kita pindah ya? Ah sutralah... Smoga kisah saya bersama para kucing inih bisa smakin memperkaya web Maru Bunny Town. Eh ngomong-ngomong “Maru” kayak nama kucing saya yang hilang ntah kmana lo.. Pus I Love you :)

Maaak tadinya saya mau bikin kreasi ucapan ultah getoh di foto itu tapi gagal, jadi tulisan biasa aja gapapa ya... Ga ada si ayah nih yang kreativitasnya dalam mendesain bisa dibajak hihihi...

Meeeooong...Guk...guk..guk.. 
Happy2nd furrday Maru Bunny Town!


*******

Irda Handayani


Bismillah...

Saya memberanikan diri untuk ikutan Giveaway-nya Maru Bunny Town yang sedang merayakan ultah keduanya nie :D Meskipun di posting pas di hari deadline-nya dan dengan kondisi yang kurang fit karena asam lambung sedang kambuh tapi saya tetap berusaha memberikan tulisan yang terbaik untuk giveaway ini (niat banget yak :p)

Dengan adanya anugerah dan berkah dalam bidang corat-coret grafis, jadilah kartu ucapan ultah yang sederhana ini, yang dibuat selama saya berbaring di atas tempat tidur sambil menahan perut yang mual, hehehe... Yang sakit kan perutnya, bukan otaknya ^^v

Berbicara tentang hewan peliharaan, saya pribadi tidak pernah memiliki hewan peliharaan, tidak tahu mengapa saya memang tidak berminat di bidang itu. Tetapi, bapak saya suka sekali dengan burung beo. Sepanjang perjalanan hidup saya, kami pernah memiliki sekitar 3 atau 4 ekor burung beo. Ada yang dicuri (padahal burung beo-nya sudah "jadi", sudah banyak perbendaharaan katanya, dan bapak sangat sayang dengan burung ini), ada yang terbang (xixixi... pintu sarangnya kebuka jadilah dia terbang ke alam bebas), ada juga yang mati :(

Saat ini kami memiliki 2 ekor burung beo, yang setiap hari selalu berkicau dan hilir mudik di sarangnya. Minggu yang lalu, burung beo ini hampir menjadi curian juga. Pada saat itu, setelah kami selesai sahur dan sambil menunggu adzan Subuh, bapak mengeluarkan sarang burung beo ke samping rumah, mungkin agar si beo juga merasakan sejuknya udara pagi. 

Setelah itu, kami semua sibuk menunaikan shalat Subuh dan seketika lupa dengan sarang burung yang ada di samping rumah. Tiba-tiba bapak mendengar ada suara langkah kaki orang, kemudian bapak langsung menuju ke samping rumah dan terdengarlah suara orang yang baru saja melompat pagar. Tidak terlihat siapa orangnya, tetapi bapak langsung mengecek kondisi burung beo kesayangnya, alhamdulillah tidak ada apa-apa. Semenjak itu, bapak tidak pernah mengeluarkan sarang burung beo di subuh hari, berganti jadwal menjadi pukul 7 pagi (jadi kesiangan deh burungnya :D )

Begitulah cerita singkat tentang hewan peliharaan kami, yaitu burung beo :)
Selamat ulang tahun yang kedua untuk Maru Bunny Town, sukses selalu :D

Meeeooong... Guk...guk..guk..  

Happy 2nd furrday Maru Bunny Town!

*******

Pritt Api Kecil


Bicara tentang hewan, pikiranku selalu melayang pada Ibu dan Bob (panggilan saya untuk Ayah) di rumah. Mereka adalah penyayang hewan. Penyayang hewan yang dimaksudkan bukan memelihara dengan sengaja. Melainkan memelihara hewan yang tak sengaja singgah di rumah kecil kami. Kadang kala ada kucing terluka yang berteduh di teras rumah kami, Bob mengambil kemudian mengobatinya. Seiring berjalannya waktu, kucing tersebut sudah menjadi bagian dari keluarga kami. Sebagai anaknya, aku mewarisi gen yang resesif,hehehe. Tidak begitu suka terhadap binatang. Selain tidak telaten dalam merawatnya, juga terlalu takut untuk memegangnya.

Ibu pernah berkata bahwa tak kenal maka tak sayang. Tapi ketika aku mencoba berkenalan dengan kucing baru di rumah, berakhir dengan darah yang mengucur di kaki karena dicakar. Begitu pula dengan ayam jago, yang mematok ujung jempol dengan ganas. Huh, rasanya sudah putus asa dengan segala hewan. Dalam hati ingin sekali berdekatan dan memelihara banyak binatang, namun pada kenyataannya tak semudah seperti yang dibayangkan. Kadangkala heran dengan Bob dan Ibu yang begitu sabar. Entah sudah berapa banyak hewan yang ada di rumah kami. Mulai dari kucing, kelinci, ayam, burung merpati,dan beberapa burung gereja yang setiap sore selalu memenuhi halaman rumah kami.

Sebelum rumah kami semarak didatangi berbagai macam unggas (ayam dan burung), cuma ada kelinci dan kucing yang sering nampak di halaman rumah kami. Saat itu, Ibu dan Bob punya kebiasaan baru. Ketika sore tiba, kami bertiga menikmati senja di teras rumah. Ibu dan Bob membawa sekantong plastik beras. Kemudian melemparnya segenggam ke halaman. Bagiku yang saat itu masih kecil, hal tersebut merupakan sesuatu yang aneh. Ketika aku bertanya pada Bob, beliau hanya menjawab simple. Kita harus bagi bagi rejeki, pada semua mahluk ciptaan-Nya. Baik hewan maupun tumbuhan.Tak berapa lama kemudian beberapa burung gereja menukik turun dan memamahnya dengan riang. Ah, ini pemandangan yang menakjubkan di masa kecilku. Apalagi saat kulihat Bob dan Ibu saling tersenyum bahagia memperhatikan betapa riangnya burung burung kecil itu berebut beras.

Sore sore berikutnya penghuni teras rumah kami semakin ramai. Kucing, kelinci, ayam, burung gereja, dan burung merpati ikut serta menyemarakkan acara menyambut senja. Kadangkala Ibu memisahkan kucing, kelinci dan ayam di halaman belakang rumah. Karena ketiga hewan tersebut selalu membuatku ketakutan. Dan tinggalah kami bersama segerombolan burung gereja dan merpati. Menikmati cericitnya sambil melihat matahari pulang. Seiring bertambahnya waktu, burung burung itu juga datang di pagi hari. Menemani mentari datang menyapa dedaun yang dibasuh embun. Ah, aku merindukan masa masa itu. Bahkan sampai sekarang pun, Ibu dan Bob masih memelihara kenangan itu. Mereka masih melakukan hal tersebut sampai sekarang.

Selang beberapa waktu, aku menikah. Ya, ada seorang laki laki penyayang hewan menikahiku yang mewarisi gen resesif dari seorang pasangan penyayang hewan. Ah, Tuhan pasti punya rencana sendiri mempertemukanku dengan para penyayang fauna. Dan aku menikmatinya. Di awal pernikahan kami mendapatkan kado beberapa ekor ayam kampung (salah satunya berwarna blurik). Selain itu, juga memelihara beberapa ayam bangkok dan songgo bumi. Suamiku sangat telaten memeliharanya, sedangkan aku masihlah seorang istri yang pernah trauma dipatok ayam. Dalam hati aku berdoa, semoga anakku nanti seperti ayahnya. Seperti kakek dan neneknya yang juga penyayang hewan.

Ketika membuka blog Maru Bunny Town, saya merasa dibangkitkan lagi pada kenangan masa kecil. Pada kenangan bersama orang orang penyayang hewan. Bagi saya, ini adalah blog yang sangat menarik. Banyak pengetahuan tentang hewan yang dipaparkan disana. Semoga Maru Bunny Town selalu mengispirasi para pembacanya, terutama pada para pencinta hewan. Happy 2nd furrday Maru Bunny Town, semoga selalu menjaga kenangan dan menuliskan kisahnya ketika berdampingan dengan hewan…

Meeeooong… Guk…guk..guk..
Happy 2nd furrday Maru Bunny Town!


*******

Erry Andriyati

Sebenernya beraaaat banget untuk membuat postingan ini…
Tapi berhubung mak Sari adalah sahabat gue, maka gue kuatkan jiwa dan raga gue untuk turut serta dan berpartisipasi untuk turut mengucapkan selamat ulang tahun dalam Give Away Maru Buny Town inih. Jadi kalo gak menang mah, kebangetan deh…hihihi…

Happy Bday Maru Bunny Town!
Jadi kita harus ngomongin binatang nih yah…bulan puasa pulak…*menghela napas dalam-dalam*…
Sebenernya jejak kehidupan para binatang binatang ituh sudah pernah terekam dalam beberapa postingan gue disinih, tapi udah lama banget *dan males nge link*, jadi akan gue tuliskan kembali disinih, untuk menyegarkan ingatan…

Baiklah,..
gue paling geli sama binatang, dan gak pernah pengen punya piaraan. Alasannya simple, karena males ngurus dan setiap kali punya piaraan…mereka selalu berujung dengan kematian…*berasa tukang jagal ajah gue inih*…
Abah,…

Sejak awal pernikahan, Abah selalu merayu rayu gue untuk punya binatang piaraan, dan untuk mendalami karakter gue sebagai seorang istri tiri, proposalnya tersebut selalu gue tolak dengan perasaan dingin dan keji. Tapi Abah tidak hilang akal.
Abah kemudian melancarkan segala macam bujuk rayu dan mengatakan bahwa kali ini dia tidak berniat untuk punya piaraan, tapi melakukan BUDI DAYA. Bisa jadi duit katanya. Akhirnya jiwa polos gue yang selalu haus akan materi pun mulai terbujuk, dan kemudian mengatakan iyah…hihihi…
Jadilah pada saat ituh, abah pun melakukan budidaya Lobster…

Geli bok!
Gue paling bête banget kalo abah lagi gak sempet cuci aquarium, karena seisi rumah jadi bau amis. Dan kadang kalo gue lagi kesel sama abah, lobsternya suka gue cemplungin aja ke minyak panas *digoreng maksudnya*….hihihi…Akhirnya seperti yang bisa diduga, hal tersebut tidak bertahan lama. Para lobster ituh tidak tahan berada dalam kehidupan keluarga kita. Almarhum semua!
Semoga kalian semua tenang di alam sana, Amin…

Kayla…
Sama aja kayak abah nya, Kayla selalu membujuk rayu gue untuk punya binatang piaraan. Dan jawaban gue selalu sama. TIDAK. Sempet merengek minta hamster, tapi langsung mengurungkan niatnya ketika gue bilang, “tapi kamu harus cebokin hamsternya yah!” *cerdas banget gue!*
Saking pengen nya punya piaraan, pernah suatu kali ada kejadian lucu. Waktu ituh gue lagi renovasi rumah, sehingga kita harus ngontrak rumah dulu selama sebulan an. Dan di rumah kontrakan kita itu, halaman belakang nya gede banget, dan banyak binatang aneh nya.
Kayla sempet punya “imaginary pet ‘ disitu, yang dia beri nama Gary, dan dia adalah…seekor KEONG…*iiiiiih*…*ter inspirasi dari Gary siput nya Spongebob*…
Setiap pulang sekolah, Kayla selalu ke taman belakang kontrakan rumah, dan manggil manggil si Gary buat ngajak main. Tapi si Gary inih suka munculnya kalo malem atau subuh doang, kalo siang suka ngumpet. Dan yang paling rese adalah, si Gary inih suka songong dan masuk masuk ke dapur kitah! *pengen digaremin apah!*

Akhirnya di suatu subuh yang suram, terjadilah kejadian yang mengenaskan tersebut!
Si Gary yang sedang asyik jalan jalan di dapur kita, keinjak si Abah yang lupa gak pake kacamata!!!
Sungguh naas sekali nasibnya si Gary inih, hidupnya diakhiri dengan cara yang sangat tidak elegan yaitu mati keinjak abah! Gue merasa sangat prihatin, atas kematiannya yang tidak terhormat ituh.
Semoga kau tenang di alam sanah Gary, doaku menyertaimu…

Fathir…
Seperti juga kedua oknum sebelumnya, yaitu Abah dan Kayla. Fathir pun merengek rengek sama gue minta dibeliin binatang piaraan. Atas bantuan rengekan dan bujukan dari tetehnya dan abah, akhirnya gue pun mengijinkan Fathir, dengan syarat, cari binatang yang gampang ngurusnya  dan susah mati…*duh*…gue kan pengen mengubah hidup gue dan status buruk gue akan binatang….
Sehingga dipilihlah….kura kura…*panjang umur kan yah?*


Kayla dan Fathir kesenengan punya kura kura!
Dan dinamakanlah mereka…Kura 1 dan Kura 2…
Semua berjalan dengan baik dan lancar saja. Dan lihatlah kedua ekor kura kura lucu itu, berenang dengan riang gembira dan tidak menyadari ada bahaya yang mengintainya dari kejauhan.

Damai dan Bahagia!
Perlu diketahui bahwa tidak ada binatang yang terlukai secara fisik dalam pengambilan gambar dibawah inih yah, *paling terlukai secara mental doang*…

Terjebak diatas Pohon kelapa!
Dan akibat ulah Fathir, Kura kura tersebut seringkali terjebak di atas pohon kelapa dan akhirnya mengidap phobia ketinggian tingkat akut….
Dan entah mengapa, tidak lama kemudian…mereka berdua pun almarhum juga…bukannya kura kura panjang umur yah?…hiks…

Wahai kura kura…maapkanlah anakku yang belum mampu memahami asam garamnya kehidupan yah…semoga kalian tenang di alam sana…
…akh…memang seharusnya kita gak punya piaraan kali yah…

Di akhir kata, gue ucapkan…Selamat Ulang tahun untuk Maru Bunny Town
Semoga nasib binatang binatang di rumah Mak Sary, tidak sama dengan nasib mereka yang ada di rumahku…hihihi…

Meeeooong… Guk…guk..guk..
Happy 2nd furrday Maru Bunny Town!


******

Lozz Akbar


Andai saja rumah saya diibaratkan sebagai negara, mungkin saya akan menyebutnya Australia. Sebuah negara yang begitu empuk dijadikan sasaran pelarian bagi para pencari suaka. Pencari suaka yang saya maksud di sini bukanlah pencari suaka layaknya imigran asal Afghanistan, tapi hanya sekumpulan kucing kampung yang mencoba mencari suaka di rumah saya karena alasan kelaparan.

Tak pernah ada niatan dari keluarga saya untuk memelihara kucing -kucing itu dari kecil. Kucing-kucing yang ada sekarang sebenarnya adalah kucing liar kelaparan yang oleh ibu saya selalu dijatah makan. Atau kucing tetangga yang kurang mendapat perhatian empunya, hingga akhirnya mereka pun betah dan beranak pinak di rumah saya.

Seperti lazimnya pecinta satwa, kucing-kucing itu pun kemudian diberi nama. Betty, Ajay, Chatrine, Gembhul, itulah sederet nama dari beberapa kucing yang pernah menjadi bagian dari keluarga saya. Berbagai tingkah polah lucu coba mereka tawarkan tuk mengisi hari-hari kami. Ada seekor kucing bernama Roy yang doyan memanjat pohon tinggi layaknya kera. Ada pula Amira, seekor kucing betina yang doyan memamah plastik kresek. Hmm benar-benar kucingnya pencinta alam, begitu pikir saya hahaha. Yah, mereka datang entah dari mana, beranak pinak lalu mati dan mengisi tempat pemakaman umum khusus kucing di pekarangan kami. Itulah yang terus terjadi dalam setiap tahunnya. Ada yang datang ada pula yang pergi.

Ibu saya adalah seorang yang begitu menyayangi dan protektif terhadap satwa yang satu ini. Jika dalam sehari saja ada salah satu kucingnya yang tak pulang ke rumah itu berarti status siaga satu buat adik-adik pencinta alam saya. Yah, layaknya anggota tim SAR adik-adik saya harus segera bergerak mencari ke setiap penjuru kampung dan menemukan kucing itu dalam secepatnya. Bahkan saya sempat berpikir andai saja saya yang hilang, apakah adik-adik saya akan kebingungan mencari saya seperti halnya ketika kucing itu hilang hehehe.

Sama halnya seperti ibu, bapak pun terlihat begitu protektif terhadap kucingnya. Pernah di suatu hari ketika bapak saya istirahat tidur di siang hari. Tiba-tiba saja dia terbangun karena mendengar teriakan ibu dari samphng rumah.

"Pak..pak Ajay digeluti Fuad..!", teriak ibu.

Spontan bapak pun bangkit dari tidur sembari membawa sapu lidi kecil. Seperti kesetanan, bapak kemudian mengejar Fuad yang telah berani mengganggu kucing kami yang bernama Ajay tadi. Fuad kalap, dia pun lalu kabur menuju pemukiman di belakang rumah. Bapak pun terus mengejar si Fuad, hingga akhirnya ada seorang tetangga yang bertanya pada bapak saya.

"Lagi mencari siapa nak", kata pak Amin, tetangga yang kebetulan dulu adalah guru ngaji saya.

"Ini saya lagi nyari Fuad pak", jawab bapak saya dan masih tak menyadari jika tangannya masih memegang sapu lidi.

"Loh itu Fuad ada di kamar lagi tidur", sahut pak Amin.

Sejenak bapak pun berpikir jika ada sesuatu yang tak beres dengan jawaban pak Amin tersebut. Akhirnya bapak pun pulang. Pulang dengan membawa misi gagal, karena buronan bernama Fuad tak bisa beliau temukan. Sesampai di rumah bapak pun menceritakan percakapannya dengan pak Amin tadi kepada ibu. Sebuah cerita yang spontan membuat riuh gelak tawa seisi rumah. Betapa tidak, ternyata nama cucu lelaki pak Amin memiliki kesamaan dengan kucing yang sedang diburu bapak. FUAD..! Yah sebuah nama yang andai saja bapak nekat menerobos ke kamar itu, mungkin yang terjadi selanjutnya adalah jerit kesakitan manusia yang terdengar di dalamnya hahaha.

Itulah beberapa cerita penuh gelak tawa yang terjadi dalam keluarga saya. Sebuah cerita  akibat polah dari satwa-satwa lucu itu. Satwa-satwa yang tak hanya sekedar memberikan kita sebuah nuansa keceriaan, tapi juga mengajarkan kita kasih sayang dengan sesama makhluk TUHAN.

Kucing-kucing itu  juga mengajari kita tentang arti dari hidup berbagi. Seakan mereka mengganggu kita yang tengah asyik makan, tapi sejatinya mereka tengah memberi pesan moral pada kita semua. Yah, seolah mereka mengingatkan kita semua jika saat perut kita kekenyangan, masih ada orang lain yang saat itu kelaparan.

Dulur blogger, jika saja mbak Sarry sekeluarga menjadikan satwa sebagai bagian dari hari-harinya, saya rasa itu sebagai salah satu bukti jika manusia dan satwa bisa saling hidup berdampingan. Semoga saja kita bisa pula memberikan sebuah wujud kecintaan kita terhadap satwa seperti keluarga Maru Bunny. Tak harus menjadi seperti keluarga Maru Bunny, tapi cobalah berikan kasih sayangmu agar kelak satwa tak hanya sebatas menjadi sebuah sketsa bagi anak cucumu.

Heppy Birthday Mary Bunny..!

Meeeooong... Guk...guk..guk.. 
Happy 2nd furrday Maru Bunny Town!


*******

Mak Sary Melati,

Ini saya dan poky nampang untuk ultah Marubunny. Selamat ulang tahun yang ke 2, semoga tambah besar, tambah banyak nanti yang sayang guk-guk dan meong. Poky bilang whooog- whoog (suara baritonnya), anak2nya juga ikut bersuka cita (sayang tidak ada fotonya) karena teman2 mereka akan banyak mendapat curahan kasih. Browny dan Biszkit meluapkan kegirangan dengan melompat dengan keempat kakinya, Aril bersalto, Brewok berdiri dengan 2 kakinya, Unyil dan Blacky agak sibuk kesana-kemari. Selamat ulang tahun...

Salam,
Mak Maria Catur.
(sent by email)



*******

Pungky Prayitno


Halo Hai :)
Masih inget sama Maru Bunny Town? iya, blog tentang hewan yang pernah aku tulis di sini. Bulan agustus 2012 ini, Maru Bunny Town ulang taun yang ke-2. waaw, keren yah. Bisa konsisten selalu ngeblog tentang hewan-hewan kesayangan mereka dan banyak ilmu pengetahuan tentang hewan untuk para pembacanya. Maru Bunny Town ini juga menerbitkan buku. Judul bukunya My Amazing Pet, isinya kisah-kisah tentang persahabatan manusia dan hewan. Cerita tentang Alm. Milli ada di buku itu juga lho. Persembahan dari aku, Bo, Barney dan Pincil untuk Milli tersayang di surga :')

Nah, melalui postingan ini, aku, Bo dan Barney mau ngucapin Selamat Ulang tahun untuk Maru Bunny Town. Semoga suatu hari nanti, kami bisa main ke sana yaa. Ketemu sama temen-temen guguk yang lain. Aaaah pengen bangeeeeeet :D

Oiya, ada kabar yang sedih banget nih. Bo, anjingku yang pualing-pualing aku sayang. Si jagoan yang nakal tapi nyenengin. Kemarin, resmi udah bukan punya aku lagi. Aku kena penyakit herpes dan kenanya di daerah mata. Jadi, setengah wajahku melepuh dan mataku membengkak. Sampe postingan ini terbit, aku masih menikmati sakit karena setengah wajahku yang lagi mirip zombie. hihi. Dan kata dokter, penyebab penyakitku ini karena virus dari binatang peliharaan. Ya ampun, aku langsung kepikiran Bo. Antara sebel dan bingung harus ngapain sama keadaan aku dan Bo.

Akhirnya si pacar ambil keputusan penting. Dia bilang, aku gak boleh egois. Demi kebaikan bersama, udah saatnya Bo diadopsi orang dan aku harus mulai hidup tanpa binatang peliharaan. iya, rasanya pedih banget. Pedih karena setengah wajahku yang melepuh, dan pedih karena harus melepas makhluk yang gak pernah absen nemenin aku selama 2 tahun lebih. Bo aku serahin untuk dirawat sama seorang teman. Dia orang yang sayang banget sama Bo. Dulu, dia sering main ke kosan ku cuma untuk ngasih Bo tali baru atau dogfood mahal (secara Bo jarang makan dogfood mahal. hahahaha). Yaudahlah, dengan berat hati, Bo aku kasih ke dia. Berat banget rasanya. Tapi aku harus sadar, ini demi kebaikan bersama. Bo sekarang punya rumah baru yang lebih baik dan kesehatanku pun membaik :,)

Sekali lagi, Happy Birthday Maru Bunny Town. Terimakasih untuk segala pelajaran tentang binatang peliharaan :)

Purwokerto, 16 Agustus 2012

Tadinya, postingan ini untuk diikutkan giveawaynya Maru Bunny Town. Tapi berhubung udah telat, jadi untuk hadiah aja yaa :)



No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...