Monday, September 9, 2013

Umur Yang Tepat Mengenalkan Hewan Kepada Anak

Umur berapa sebaiknya anak-anak dikenalkan kepada hewan? Sebenarnya tidak ada patokan umur yang pasti. Karena semuanya tergantung pada kesiapan orangtua si anak sendiri. Orangtua yang tidak menyukai hewan, atau mungkin takut, cenderung menularkan ketidaksukaan dan ketakutannya kepada anak, sengaja atau tidak sengaja. Tentu saja yang saya maksud disini adalah kontak dengan hewan secara langsung, bukan hanya melalui buku, gambar, film, dan tulisan. Dan hewan yang dimaksud adalah hewan yang pada umumnya memang aman untuk anak-anak, dan dipelihara di rumah.

Orangtua yang tidak suka hewan, bisa jadi melarang anaknya dekat-dekat hewan, apalagi memegang, dengan alasan jijik, kotor, dan sebagainya. Orangtua yang takut, melarang dengan alasan hewan itu berbahaya, takut digigit, takut diserang, dan lain sebagainya. 

Saya dan mas Adi, berusaha sedini mungkin mengenalkan anak-anak pada hewan, khususnya hewan-hewan peliharaan di rumah kami. Gak lucu juga kan, kalau ayahnya animal lover, tapi anaknya takut sama hewan peliharaan ayahnya. Gampangkah? Hm, saya gak akan bilang sulit, tapi juga tidak mudah. Poin pentingnya ada ketelatenan dan kesiapan semua yang terlibat. Ya kesiapan anak, kesiapan orangtua, dan tentu saja kesiapan hewan (peliharaan) nya sendiri. 

Misalkan, ketika kami mengenalkan Maira, baby kami yang baru berusia 4 bulan, kepada anjing-anjing peliharaan di rumah. Pertama kali yang dilakukan adalah, dengan sering menggendong Maira ke dekat anjing-anjing itu. Tujuannya supaya Maira terbiasa dengan pemandangan "ada anjing" di sekitarnya. Kalau dia terbiasa melihat anjing, dia akan menganggap anjing-anjing itu bukan sesuatu yang aneh. Kalau gonggongan mereka yang dahsyat, saya yakin Maira sudah terbiasa sejak hari pertama dia pulang ke rumah ini :)))

Selain membiasakan Maira melihat anjing, kami juga membiasakan anjing-anjing itu untuk melihat bayi. Jangan sampai mereka menganggap bayi itu adalah mainan yang lucu, yang bisa digondol-gondol. Karena dulu, awal-awal mereka melihat Maira dan mendengar tangisannya, mereka jadi bersemangat dan menyalak-nyalak. Kalau kata pakar anjing Cesar Milan, anjing yang terlalu bersemangat juga bisa berbahaya. Harus dikendalikan semangatnya. Dan, berdasarkan pengalaman, anjing yang terlalu bersemangat, jadinya cenderung tidak patuh.

Setelah anjing-anjing dan Maira sama-sama terbiasa "melihat", selanjutnya adalah "pendekatan". Sebelumnya, pastikan dulu si anjing benar-benar dalam kondisi relaks, tenang. Kalau anjing sedang ingin bermain atau bersemangat, sebaiknya tunda dulu. Cara anjing mengajak bermain itu macam-macam. Diantaranya bisa sambil menubruk, menomprok, berlari-larian di sekitar kita, melompat-lompat, dan menyalak. Bayi bisa terkejut dan menangis mendengar suara anjing yang keras. Atau bisa terluka kalau tiba-tiba anjing melompat dan menubruk kita. Jangan sampai juga, anjing merasa terancam dengan kehadiran anak/bayi. Atau anjingnya merasa cemburu. Iya, anjing juga bisa cemburuan, loh :)

Sampai saat saya menulis ini, pengenalan Maira kepada anjing-anjing di rumah baru sebatas pendekatan. Selain masih terlalu kecil, baru 4 bulan, kami juga santai saja, tidak terlalu memaksakan. Toh, Maira juga belum mengerti. Yang penting, dia tidak merasa takut.

Tulisan ini saya buat bedasarkan pengalaman pribadi. Cara setiap orang tentu berbeda. Kalau Anda punya hewan peliharaan di rumah, dan ingin anak-anak Anda juga menyayangi dan tidak takut kepada mereka, saran saya adalah trust your feeling. Jangan memaksakan keadaan yang Anda tidak yakin bisa menguasainya :)

Pets are humanizing. They remind us we have an obligation and responsibility to preserve and nurture and care for all life.
- James Cromwell -

Maira meets Don


6 comments:

  1. mengenalkan hewan pada anak sedini mungkin itu perlu juga ya, apalagi kita sudah mengajarkan untuk berkasih sayang kepada semua makhluk, termasuk itu kepada hewan peliharaan

    salam kenal

    ReplyDelete
  2. dulu, Zia ga takut hewan.
    Tapi kenapa justru sekarang dia takut dengan banyak hewan?
    Kucing, cicak, kecoa.
    jadi bingung . . .

    ReplyDelete
  3. Salam mba Sary..
    Suka sekali dengan artikelnya..
    Oh ya.. sekali lagi terima kasih sudah berkenan meramaikan GA pertamaku ya...
    Pemenangnya sudah diumumkan :)

    ReplyDelete
  4. ihh aku pingin punya anjing :) klo anjing chow chow gt enak gak ya?

    visit my blog ^_^
    www.LuchLuchCraft.com
    My online store ^_^
    www.TokoLuchLuchCraft.biz

    ReplyDelete
  5. Kalau bisa jangan terlalu dini untuk mengenalkan si buah hati kepada hewan :)

    ReplyDelete
  6. Thanks for sharing mba! Kalau saya ngenalin ke kucing aja dulu... hehe

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung ke blog kami :)
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar anonim, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)