Thursday, May 31, 2012

POTTY TRAINING UNTUK ANJING DAN KUCING

©pottytrainning.net
Setiap kali ada "anggota" baru yang bergabung di rumah kami a.k.a anjing atau kucing, salah satu tugas paling utama adalah meluangkan waktu untuk melakukan potty training. Meskipun di rumah asalnya mereka sudah terlatih untuk membuang kotoran di tempat dan jam tertentu, tidak menjamin anjing atau kucing langsung pintar juga di rumah yang baru karena kondisi dan kebiasaannya tentu berbeda.  

Waktu kami masih memelihara kucing, potty training-nya tidak terlalu sulit. Biasanya kucing kami masukkan di dalam kandang dan tersedia sebuah litter box (kotak pasir) tempat dia membuang kotoran. Kucing-kucing akan otomatis membuang kotoran mereka di litter box itu, karena kebiasaan kucing yang bersih dan mereka suka mengubur kotorannya. Ketika mereka sudah tidak di dalam kandang, mereka akan tetap membuang kotorannya di litter box. Bersihkan litter box setiap hari.

Lain hal dengan anjing. Potty training untuk anjing, gampang-gampang susah. Kuncinya adalah, anda harus konsisten dan komitmen meluangkan waktu. Kalau anda bisa menguasai karakter anjing baru peliharaan anda, waktu pelatihan biasanya hanya beberapa hari saja. Berikut tips potty training yang biasa kami lakukan di rumah:

  • Menjadwal pemberian makan. Anjing dan kucing membuang kotoran setiap habis selesai makan. Pemberian makan yang teratur akan memudahkan potty training mereka. Waktu yang dibutuhkan untuk melatih anjing kecil (puppy) biasanya lebih lama dibandingkan waktu untuk melatih anjing yang lebih besar.
  • Segera setelah anjing selesai makan, bawa mereka ke tempat dimana mereka seharusnya membuang kotoran dan jangan ijinkan mereka masuk/kembali sebelum mereka benar-benar selesai dengan 'urusan'-nya. Pada saat inilah dibutuhkan komitmen anda sebagai pemilik untuk memantau prosesnya sampai selesai. Anjing, terutama puppy, mungkin bingung dan ingin segera kembali ke tempat anda. Jadi pengintaian bisa dilakukan dengan cara sembunyi dan sabar menunggu. 
  • Segera setelah mereka selesai, bawa atau ijinkan kembali ke tempat semula. Beri pujian atau treat. Lama-lama anda tidak perlu memberikan treat lagi. Anjing sudah paham dengan kebiasaan yang anda terapkan. 

Kayaknya gampang ya? Padahal prakteknya banyak yang mengeluh sulitnya mengajari hewan peliharaan mereka untuk tidak membuang kotoran sembarangan. 

Kasus tersulit yang pernah kami alami adalah Alma, anjing Siberian Husky kami yang sudah mati karena sakit. Butuh waktu berbulan-bulan untuk melatihnya. Alma ini adalah kasus anjing yang terlalu lama dimasukkan dalam kandang kecil, dimana semua aktifitas dia lakukan di kandang itu. Makan, tidur dan buang kotoran :( Ketika kami bawa pulang ke rumah dan dia bisa berkeliaran bebas tanpa harus dikandang, Alma tetap memilih buang kotoran di atas tempat dia biasa tidur. Segala macam cara kami lakukan, tetap saja dia begitu :( Butuh waktu berbulan-bulan untuk mengajarinya. 

Don Pierre adalah kebalikannya. Di rumah sebelumnya, Don juga terbiasa di dalam kandang. Tapi Haris, pemiliknya, melakukan potty training untuk Don. Walaupun hari-hari pertama di rumah kami dia masih suka pup sembarangan, segera setelah kami meluangkan waktu untuk mengajarinya, Don akhirnya menyelesaikan urusan biologis di tempat seharusnya :D



Tulisan ini saya buat karena pagi-pagi sekali saya terbangun karena kaget mendengar panggilan Don yang berat dan nyaring. Semalam karena tidak dipanggil Don, saya tidak mengeluarkan dia ke lapangan untuk poo/pee. Biasanya jam 8-9 malam saya mengajak Don untuk poo/pee dulu, supaya dia gak ribut malam-malam atau membangunkan kami terlalu pagi. Sepertinya pagi tadi Don sudah kebelet banget :D


"A dog is one of the remaining reasons why some people can be persuaded to go for a walk." O.A. Battista


No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...