Tuesday, July 19, 2011

SCABIES PADA HEWAN PELIHARAAN

Pertanyaan yang cukup sering mampir via SMS, email maupun Facebook Page adalah tentang penanganan penyakit scabies pada hewan peliharaan. Kebanyakan dari penanya memelihara kelinci. Ya, scabies adalah penyakit yang lumayan meresahkan dan ditakuti karena bisa menular ke manusia/pemilik yang hewan peliharaannya terserang scabies. Suatu masa, beberapa kelinci di Maru Bunny Town terkena serangan penyakit ini bersama-sama. Untungnya tidak pernah sampai mengakibatkan kematian.

Kita belajar dulu dari artikel Studi Kasus: Mengenal penyakit Scabies di laman milik Website Dunia Veteriner,
Etiologi Penyebab dari scabies adalah tungau (mange) dari ordo Acarina, yaitu Sarcoptes scabiei var. canis pada anjing, dan Sarcoptes scabiei var. felis pada kucing. Sedangkan, penyebab scabies pada manusia adalah Sarcoptes scabiei var. hominis. Antara Sarcoptes scabiei satu dengan yang lain memiliki struktur yang identik tetapi secara fisiologis berbeda. Oleh karena itu, Sarcoptes scabiei dapat berpidah dan hidup pada induk semang yang lain meskipun dengan susah payah. Sehingga scabies tergolong penyakit zoonosis, karena dapat menular dari manusia ke hewan atau sebaliknya.

Dalam artikel itu disebutkan juga bahwa Scabies merupakan penyakit kulit yang sering ditemukan di Indonesia. Hal ini dikarenakan iklim tropis Indonesia sangat mendukung perkembangan agen penyebab scabies. Makanya sebagai pemilik hewan kita dituntut harus selalu menjaga sanitasi kandang dan memberikan nutrisi yang baik.

Hewan yang terkena scabies sering terlihat tidak tenang dan terus-terusan menggaruk atau menggosokkan bagian tubuhnya ke benda keras akibat rasa gatal. Bulu/rambut rontok dan patah-patah serta adanya bagian tepi yang tidak merata disertai keropeng, kulit bersisik dan diikuti terjadinya reruntuhan jaringan kulit. Selain itu nafsu makan juga menurun drastis bila tidak segera diobati.

Pada kelinci, scabies umumnya menyerang bagian daun telinga dan jari-jari kaki kelinci. Tanda-tandanya ya seperti yang saya sebut di atas tadi, bagian tepi tidak rata, bersisik, keropeng dan ada kulit yang 'rontok'.

Apabila anda ingin mengobati sendiri scabies pada kelinci atau hewan peliharaan lain seperti kucing atau anjing, ada dua alternatif pengobatan yang biasa kami lakukan di sini. Mudah-mudahan salah satunya bermanfaat untuk anda.

Pertama kali, bersihkan dulu bagian kulit yang terkena scabies. Kalau perlu bulu-bulu sekitarnya dicukur, kemudian dicuci dengan air hangat dan diolesi scabicid salep. Salep ini bisa dibeli di apotik umum dan harganya tidak terlalu mahal koq, sekitar 10 ribuan. Untuk scabies yang tergolong ringan, pemberian salep ini bisa menyembuhkan. Olesi tipis-tipis dan pegang/peluk pet anda selama 15-30 menit untuk mencegah mereka menjilat-jilati bagian yang diolesi salep. Untuk scabies ringan, kami biasa memberikan salep 2-3 kali dalam seminggu. Pengulangan seminggu kemudian apabila belum sembuh. Pernah juga ada kelinci yang kami olesi salep setiap hari karena scabiesnya cukup parah.

Alternatif yang kedua adalah dengan disuntik. Obat yang biasa kami pakai adalah wormectin, bisa didapat di toko khusus hewan. Caranya dengan disuntik di bagian tengkuk, di bawah kulit tapi jangan sampai kena daging. Untuk dosisnya biasanya disesuaikan dengan berat badan hewan. Anda bisa membaca di kemasannya. Nah, biasanya cara ini dianggap sulit karena tidak semua orang berani atau mengerti cara menyuntik petnya yang terkena scabies. Apabila anda termasuk golongan pemilik pet yang takut menyuntik sendiri, saya sarankan diolesi salep saja atau bawa ke dokter hewan terdekat.

Seringkali dalam mengobati hewan peliharaan kita yang sakit, dibutuhkan perasaan/feeling yang sangat kuat. Artinya kalau anda bermaksud mengobati sendiri hewan peliharaan anda, anda harus yakin betul dengan tindakan apa yang akan dilakukan. Kalau tidak, lebih baik serahkan kepada ahlinya alias bawa ke dokter hewan.

Satu lagi, jangan lupa cuci tangan sampai bersih setelah mengobati pet anda 035

10 comments:

  1. Terima kasih infonya, mas. Kelinci saya lg kena scabies jg. Nanti saya coba praktekkan saran mas ini. Semoga ada salep scabicid di sini. Soalnya dulu pas kelinci yg satunya kena scabies, saya bw k dokter, dan ongkosnya mahal sekaleeee.....:(
    Yg ini mau sya coba disalepin dulu

    ReplyDelete
  2. Hai Dini Widia, terimakasih sudah berkunjung ke blog kami. Semoga kelincinya cepat sembuh ya :)

    ReplyDelete
  3. saya melihara kucing, kalo scabies nya udah nyebar sampai ke kaki gimana ? ada saran lain kah ? supaya saya bisa pakai semua cara . kasihan ngliatnya :(

    ReplyDelete
  4. @vaniadessy:
    hi..sudah bawa kucingnya ke dokter hewan? kalau scabiesnya memang sudah parah sekali, sebaiknya dibawa ke dokter supaya mendapat pengobatan yang tepat. dan pastikan lingkungan kandang dan rumah selalu bersih :)

    ReplyDelete
  5. Hallo.. konsultasi dikit nih..
    Sy pelihara beberapa ekor (skg sisa 36 ekor) kucing yg sy pungut dijalanan (sptx sengaja di buang pemilikx).. sebagian besar msh anak2..
    Ada juga 8 ekor anjing, 3 diantarax msh anak2..
    Beberapa hal yg mo sy tanyakan:
    1.Ada 4 kucing yg sakit gatal2 dan rata2 berawal disekitar telinga, sy bingung menentukan jenis dan apalagi mengobati penyakitx. Apakah itu SCABIES?
    2.Smpe comment ini sy tuliskan, ada sekitar 20 ekor kucing yg pup gak normal (mencret)..
    Itu skit apa dan gmna mengobatix?
    3.Salah satu dari anjing liar yg sy pungut jg sakit gatal2 hampir disekujur badan.. kata orang2 kampung diskitar sy yg sdh tau anjing itu, umurx sdh skitar 4 tahunan dan memang kudisan.. Gmna ngobatix? Dimandiin aja dia lsg ngabur..
    2 tahun yg lalu di daerah lain sy pernah mengalami masa2 berat krn harus kehilangan anjing sy gara2 sakit demodex.. :-(
    4.Smua piring makanx sy pisahkan.. Hanya saja sy memang tidak mempersiapkan kandang khusus utk mereka.. sebagian besar kucing tidur 1 ranjang dgn sy.. Ada yg bilang bahwa itulah yg bikin kucing2 sy sakit.. APA BENAR BEGITU?

    Sy benar2 mohon penjelasan.. sbg tambahan catatan, saat ini (7 bulan) sy tinggal didaerah terpencil di pelosok Sulawesi Barat, terlalu jauh dari jangkauan medis. Jangankan dokter hewan, dokter umum utk org aja msh hrs menempuh perjalanan 12 km dan itupun cuma ada 1 dokter.

    Makasih banyak sebelum dan sesudahx..

    ReplyDelete
  6. @Mbah Peyot:
    Saya coba bantu jawab, ya :)

    1. Untuk mengetahui itu scabies atau bukan, harus lihat langsung, mas. Tapi biasanya scabies itu rupanya seperti kerak dan bisa rontok berwarna putih. Kalau dibiarkan bisa merusak daging.

    2. Mencret bisa jadi karena makanan yang tidak cocok atau kondisi lingkungan sekitar dan tempat makan/minumnya yang tidak higienis. Bisa juga infeksi cacing atau parasit lain.

    3.ya, harus bisa mandiin. cari cara supaya mas bisa berhasil mandiin dia.

    4. Bisa jadi begitu. Ada kucing yang sakit atau terinfeksi dan akibatnya menular ke yang lain.

    Semoga membantu :)

    ReplyDelete
  7. Kalo manusia tertular scabies ciri2ny apa? Karna kucing saya terkenA scabies juga..trmksh

    ReplyDelete
  8. Min. Tolong d sunting artikel ini... cara pertama oke.. tp cara kedua, dgn d suntik... tidak blh sembarang suntik. Hny blh dokter hewan / d sarankan dokter hewan.. teori memang benar tp praktek tdk sama persoa dgn teori.. ini bahaya loh, org akan ikut aja saran ini.. dan klo apes... mati hewannya.. kan kasihan

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung ke blog kami :)
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar anonim, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)