Thursday, June 16, 2011

KELINCI PILEK

Banyak yang bilang memelihara kelinci itu susah karena gampang sakit dan mati. Sebenarnya dengan penanganan dan perawatan yang baik dan tepat, kita bisa menekan bahkan mencegah angka kematian yang tinggi pada kelinci-kelinci peliharaan kita.

Cari tahu dulu penyebab penyakitnya. Apakah disebabkan:
  • Sanitasi kandang yang buruk
  • Kurangnya pemberian pakan berkualitas sehingga kurang lnutrisi
  • Tidak pernah/kurang dikasih air minum
  • Perubahan cuaca, atau
  • Tertular kelinci lain yang sakit

Salah satu penyakit kelinci yang cukup merepotkan adalah pilek. Hah? kelinci bisa pilek juga ya? Gejalanya gampang dikenali. Hidung kelinci biasanya mengeluarkan lendir berwarna jernih atau keruh. Bulu-bulu di sekitar hidung basah dan lengket sehingga moncong/mulutnya terlihat menonjol terutama pada kelinci berbulu panjang. Nah, kenapa bikin repot? Soalnya kalau tidak segera ditangani dengan baik, selain penampilan kelinci jadi jelek, penyakit ini juga bisa menular ke kelinci lainnya.

Penyebab penyakit ini adalah kuman Pasteurella multocida yang menyerang bagian percernaan dan menjalar pada organ tubuh bagian dalam lainnya, termasuk pernafasan dan mengakibatkan penyakit radang tenggorokan atau paru-paru. Lendir atau ingus disebabkan gangguan tenggorokan. Kuman ini bisa menyerang secara ganas dan sulit dicegah.

Kebanyakan kelinci memiliki potensi kuman ini dalam tubuhnya. Tetapi dengan kondisi sanitasi kandang yang baik, kuman ini tidak akan berkembang. Selain itu yang penting juga adalah kita harus menjamin pemberian makan dengan pola yang baik sehingga kelinci tidak malnutrisi atau mogok makan.

Kalau sudah sakit bagaimana mengobatinya? Kelinci bisa dibawa ke dokter hewan untuk diobati. Atau bisa juga kita mengobati sendiri. Hidung kelinci yang penuh ingus disemprot dengan larutan antiseptik dan kerak yang menempel dibersihkan menggunakan air hangat. Kelinci yang sakit pilek harus diobati dengan antibiotik seperti Penicilin atau Anticold dengan takaran yang sesuai. Antibiotik alami bisa didapat dari bawang putih yang diberikan dalam bentuk cair. Menentukan takaran antibiotik ini bisa ditanyakan kepada dokter atau peternak yang sudah berpengalaman.

Kelinci juga harus dikarantina/dipisahkan dari kelinci dan hewan lainnya. Bersihkan kandang dan pastikan kandang selalu mendapat sirkulasi udara dan sinar matahari yang cukup ya..

Sumber: Buku Kelinci: Pemeliharaan Secara Ilmiah, Tepat dan Terpadu (Penulis: Faiz Manshur, Penerbit Nuansa, Cetakan I, Januari 2009)

3 comments:

  1. pengobatan sendiri bisa dipakai obat antibiotik enrofloxacin 0.5 ml : 1 L air minum, diberikan dalam waktu 5 hari. Bila perlu diulang kembali seminggu lagi.
    ( pernah saya posting di Group FB : Kelinci Hias Indonesia - KHAS ).

    Tks.

    ReplyDelete

Hai!
Terima kasih sudah berkunjung ke blog kami :)
Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik, asyik, dan sopan.
Komentar anonim, mohon maaf, akan dihapus.
Salam hangat! :)